Ilustrasi Telkom. Foto: Shutter StockPT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) terus merampingkan portofolio bisnis melalui streamlining. Hingga saat ini, Telkom telah menutup delapan bisnis dan mendivestasi dua bisnis.Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, mengatakan Telkom bakal terus melakukan streamlining portofolio untuk mengarahkan sumber daya ke bisnis-bisnis inti.“Pada Pilar Streamlining, kami terus merapikan portfolio agar sumber daya semakin terfokus pada bisnis inti,” ucap Dian, saat Pubex Live 2026 secara daring, Senin (7/9).Hingga saat ini, selain delapan bisnis yang ditutup dan dua bisnis yang didivestasi, Telkom juga telah mengonsolidasikan dua bisnis. Di sisi lain, perseroan memperkuat disiplin alokasi modal dengan mengarahkan lebih dari 94 persen belanja modal atau capital expenditure (capex) ke bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur.“Dua bisnis telah didevastasi, delapan ditutup dan dua dikonsolidasikan. Disiplin alokasi modal juga terus diperkuat, dengan lebih dari 94% Capex dialokasikan untuk bisnis inti B2C dan B2B infrastruktur,” kata dia.Telkom Kaji Konsolidasi Aset Fiber BUMNTelkom juga tengah mengkaji rencana konsolidasi aset fiber milik sejumlah BUMN. Salah satu aset yang masuk dalam pembahasan disebut berasal dari PT PLN (Persero).Dian mengatakan, konsolidasi aset fiber BUMN bagian dari upaya mendorong perusahaan pelat merah agar lebih fokus pada core business sekaligus meningkatkan efisiensi dan pemanfaatan aset.“Kami memandang bahwa inisiatif tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong BUMN untuk lebih fokus pada korps bisnis serta meningkatkan efisiensi dan juga pemanfaatan aset sebagaimana arah kebijaksanaan strategis BUMN,” jelas Dian.Menurutnya, rencana konsolidasi saat ini masih dalam tahap kajian dan pembahasan bersama para pemangku kepentingan terkait. Ia melanjutkan, aspek yang dikaji mencakup strategi, bisnis, operasional, hingga tata kelola. Telkom belum mengungkap entitas maupun aset fiber BUMN yang akan masuk dalam skema konsolidasi tersebut.“Karena itu terkait entitas maupun aset yang akan dikonsolidasikan belum kami dapat disclose atau sampaikan pada saat ini,” tutur Dian.