Nasib Suku Cadang Mitsubishi Lawas, Kini Cuma Bisa Andalkan Stok Lama

Wait 5 sec.

Toko Enam Jaya di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanSuku cadang untuk mobil Mitsubishi lawas mulai sulit ditemukan di pasaran. Kondisi ini terjadi karena sebagian komponen sudah tidak lagi diproduksi, sementara mobilnya masih digunakan oleh pemilik hingga sekarang.Amin, pemilik toko Enam Jaya, mengatakan bahwa permintaan komponen mobil Mitsubishi klasik tetap berdatangan. Ia menyebut jumlahnya sudah tidak sebanyak beberapa tahun lalu karena stok yang tersedia semakin terbatas."Kadang ada yang cari Lancer dan Galant. Model baru dan lawas spare part-nya ada, cuma nggak lengkap, sudah susah dari sana (pabrik) nggak diproduksi lagi. Jadi, tinggal sisa-sisa saja di sini, itu juga banyak yang kosong," ujar Amin saat ditemui kumparan di Wisma Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).Spare part mobil di toko Enam Jaya di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKondisi tersebut terutama terasa pada komponen yang tidak termasuk kebutuhan servis rutin. Barang seperti filter relatif bisa ditemukan karena masih dicari pemilik mobil, sementara komponen tertentu mulai sulit didapatkan ketika stok di pasaran habis.Menurut Amin, kelangkaan tersebut tidak hanya terjadi pada komponen orisinal. Beberapa komponen aftermarket, misalnya untuk Lancer, juga mulai langka."Kampas rem Lancer aja sudah nggak ada, apalagi kalau cari barang Eterna tambah susah lagi. Selain filter oli, biasanya dateng pada cari tie rod sama coil. Coil itu sudah susah banget, versi imitasi juga nggak ada, sudah jarang importirnya," jelasnya.Sentra spare part mobil di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanAmin bilang, konsumen di tokonya lebih didominasi pengguna Mitsubishi lansiran tahun 2000-an ke atas seperti Pajero dan L300. Pengguna mobil keluaran tahun 80-an yang berkunjung ke tokonya bisa dihitung jari. Ia menyebut, spare part untuk Grandis dan Kuda juga mulai sulit ditemukan, tetapi komponen yang cepat aus masih bisa didapati.Sejak berjualan di sana pada tahun 1980-an, ia menuturkan kelangkaan suku cadang itu mulai terjadi sekitar 10 tahun lalu. Kondisi tersebut membuat pemilik mobil Mitsubishi lawas harus lebih teliti mencari komponen yang masih tersedia di pasaran."Saya stok barang umum yang sering dipakai saja, beberapa tahun lagi juga habis itu barangnya. Bapak lihat sendiri kan dari tadi pedagang di sini sepi dan jarang yang belanja, ditambah barang sudah susah," tutupnya.