Populer: Usulan Beras Turun Mutu Dijadikan Tepung; Soal Uang Magang Nasional

Wait 5 sec.

Pekerja memikul karung berisi beras di gudang Perum Bulog Kanwil Sumsel Babel di Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (12/8/2026). Foto: Nova Wahyudi/ANTARA FOTOUsulan Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengenai Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang kualitasnya turun bisa diolah menjadi tepung beras masuk berita populer kumparanBisnis sepanjang Sabtu (5/9).Selain itu, penjelasan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengenai uang saku magang nasional tidak boleh dipotong oleh perusahaan juga tak kalah menyita perhatian publik.Berikut ini rangkuman selengkapnya:Dirut Bulog Usul Cadangan Beras Pemerintah yang Turun Mutu Diolah Jadi TepungDirektur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani di Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, Sabtu (5/9/2026). Foto: Widya/kumparanDirektur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan usulan pengolahan beras tersebut akan dibahas dalam rapat koordinasi terbatas (Rakortas) pemerintah yang dijadwalkan pada Senin (7/9).“Nanti beras Bulog yang turun mutu, nanti kita alihkan jadi tepung beras,” kata Rizal saat melakukan sidak di Pasar Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu (5/9).Rizal mengatakan bahan tepung beras biasanya beras pecahan atau beras yang sudah disimpan lama dengan amilosa 20 persen. Ia menilai usulan tersebut menjadi salah satu cara untuk mengoptimalkan beras turun mutu yang dimiliki Bulog.Selain itu, pengolahan beras turun mutu menjadi tepung merupakan salah satu opsi hilirisasi beras. Dengan begitu, beras tersebut tidak hanya disimpan hingga mengalami kerusakan yang berpotensi menimbulkan kerugian bagi pemerintah.Kemnaker: Uang Magang Nasional Langsung ke Rekening Peserta, Tak Ada PotonganPeluncuran Program Magang Nasional 2026 di Kemnaker, Jakarta, Senin (29/6/2026). Foto: Instagram/ @sekretariat.kabinetKemnaker buka suara soal kabar adanya laporan mengenai dugaan pemotongan uang saku peserta program magang nasional atau MagangHub oleh perusahaan.Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemnaker Cris Kuntadi mengatakan mekanisme penyaluran uang saku dalam program MagangHub diberikan secara langsung kepada rekening peserta magang.“Logikanya, uang saku ditransfer bendahara pemagangan langsung kepada rekening peserta magang (dengan) nama peserta harus sama dengan yang di rekening, sehingga tidak ada celah untuk memotong,” kata Cris kepada kumparan, Sabtu (5/9).Cris menanggapi kabar ramai di media sosial ada unggahan seseorang yang mengaku peserta MagangHub batch 2 dan mendapat pemotongan uang saku Rp 300 ribu oleh oknum perusahaan sebagai biaya administrasi.Cris mengatakan Kemnaker telah menghubungi pihak yang bersangkutan melalui WhatsApp dan sambungan telepon. Tujuannya untuk mendapatkan bukti agar dugaan pemotongan uang saku dapat diperiksa lebih lanjut.