Atasi Kemacetan Bali, KAI Mulai Jajaki Kereta dari Canggu ke Bandara Ngurah Rai

Wait 5 sec.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba saat Jumpa Pers KAI di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Nur Pangesti/kumparanPT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI mulai mengkaji rencana pengembangan transportasi berbasis rel yang menghubungkan kawasan Canggu dengan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan kajian tersebut dilakukan untuk mencari solusi atas persoalan kemacetan yang semakin parah di kawasan Bali, khususnya jalur menuju Canggu dan bandara I Gusti Ngurah Rai.“Untuk Bali, MoU isinya adalah mempersiapkan, itu Canggu ke bandara, karena tingkat kemacetannya sudah sangat luar biasa, itu sekitar hampir 15 kilometer,” kata Anne saat konferensi pers di Stasiun BNI City, Jumat (4/9).Dalam tahap awal ini, KAI masih menjajaki jenis moda yang paling sesuai untuk rute tersebut. Beberapa opsi yang dipertimbangkan antara lain light rail transit (LRT) dan trem.Anne menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap kajian sehingga belum ada keputusan mengenai jenis moda maupun pembangunan fisiknya“Tetapi ini akan dikaji sesuai dengan kebutuhan di sana karena sosiologinya, kan, beda. Tidak bisa di atas (elevated railway, red) karena mereka punya pura,” ujarnya.Pecalang atau petugas keamanan adat Bali berkoordinasi dengan petugas keamanan Bandara I Gusti Ngurah Rai saat Hari Raya Nyepi tahun Saka 1948 di wilayah Desa Adat Tuban, Badung, Bali, Kamis (19/3/2026). Foto: Fikri Yusuf/ANTARA FOTOSelain menentukan moda, KAI juga perlu mengkaji aspek pembebasan lahan. Menurut Anne, proses tersebut nantinya diperlukan kerjasama dengan pemerintah daerah setempat.Dari sisi investasi, KAI juga masih perlu melihat skema pendanaan serta pihak yang akan menjadi investor. Meski demikian, KAI menyatakan siap untuk terlibat dalam kerja sama pengembangan proyek tersebutSementara dari teknis prasarana, KAI akan melakukan kajian bersama regulator, termasuk Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.Anne mengatakan penandatanganan MoU menjadi langkah awal bagi KAI untuk masuk ke tahap pengumpulan data dan pengecekan kondisi jalur.“Kami mulai menandatangani MoU itu artinya kami sudah mulai share data sudah mulai menerjunkan tim untuk melakukan pengecekan jalur dari Canggu ke Bandara di Bali,” pungkasnya.