Belanda Pindahkan Cadangan Emas Rp 206,9 T dari AS-Kanada ke Inggris

Wait 5 sec.

De Nederlandsche Bank. Foto: Kiev.Victor/ShutterstockBank Sentral Belanda (De Nederlandsche Bank/DNB) memindahkan cadangan emasnya senilai USD 11,73 miliar atau setara Rp 206,94 triliun (kurs Rp 17.642 per dolar AS) dari Amerika Serikat dan Kanada ke Inggris. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global guna meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi krisis finansial sistemik.Dikutip dari Al Jazeera, Minggu (6/9), DNB menjelaskan relokasi ini bertujuan untuk memperkuat ketahanan, kesiapan krisis, serta fleksibilitas transaksi cadangan emas negara."Dengan relokasi ini, kami telah meningkatkan kemampuan transaksi cadangan emas kami. Kami berharap tidak perlu menggunakannya, namun kami perlu memperkuat ketahanan dan kesiapan kami,” ujar Direktur DNB, Olaf Sleijpen.Belanda mencatat total cadangan emas sebanyak 612,4 ton dengan nilai mencapai USD 83,8 miliar atau sekitar Rp 1.478,39 triliun. Sebelum relokasi, alokasi penyimpanan emas Belanda tersebar di Zeist sebesar 30,8 persen, New York sebesar 31,3 persen, Ottawa sebesar 19,7 persen, dan London sebesar 18,1 persen.Pasca-pemindahan dari Amerika Utara ke Inggris, porsi penyebarannya kini menjadi lebih seimbang. Pusat Kas Zeist di Belanda menampung 30,8 persen dari total cadangan emas, diikuti oleh Bank Sentral Inggris di London sebesar 32,1 persen. Sementara itu, porsi penyimpanan di Bank Sentral AS di New York dan Bank Sentral Kanada di Ottawa masing-masing menjadi 18,5 persen.Proses pemindahan senilai Rp 206,94 triliun ini dilakukan melalui dua metode, yaitu kombinasi transaksi jual-beli antar-lokasi serta pengiriman batangan emas secara fisik.DNB menjual sekitar 59 ton emas senilai USD 8,3 miliar atau setara Rp 146,42 triliun di New York dan membelinya kembali di London. Selain itu, sebanyak 27 ton emas senilai USD 3,84 miliar atau setara Rp 67,74 triliun dipindahkan secara fisik dari AS dan Kanada ke Zeist, sementara emas dalam jumlah setara dialihkan dari Zeist ke London agar tidak perlu melalui proses peleburan ulang.DNB menegaskan bahwa London dipilih karena dipandang sebagai pasar emas paling likuid dan aman untuk perdagangan cepat saat krisis. DNB menilai cadangan emas yang disimpan di New York dan Ottawa tidak dapat dimanfaatkan secepat dan selangsung itu dalam situasi krisis darurat.Sejumlah analis menilai langkah Belanda ini tak lepas dari respons atas kebijakan luar negeri AS serta dinamika geopolitik global. Non-Resident Senior Fellow Middle East Council on Global Affairs, Frederic Schneider, menyebut kekhawatiran atas penggunaan sistem keuangan dan dolar sebagai instrumen tekanan geopolitik mendorong banyak negara Eropa memindahkan atau merepatriasi cadangan emas mereka.