Terdampak Abu Gunung Anak Krakatau, Haykal Kamil Pilih Batal ke Palembang

Wait 5 sec.

Haykal Kamil saat ditemui usai jalani sembelih hewan kurban di Kawasan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2024). Foto: Aprilandika Pratama/kumparanFenomena erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak langsung pada aktivitas keseharian sejumlah masyarakat. Tak terkecuali aktor sekaligus pengusaha, Haykal Kamil.Kepada kumparan, Haykal Kamil menuturkan bahwa ia menyadari adanya aktivitas vulkanik tersebut tepat pada Minggu pagi, sesaat setelah melaksanakan ibadah salat subuh.Ketika keluar rumah untuk mengisi ulang token listrik, ia mendapati kondisi pekarangan rumahnya yang tertutup debu dengan intensitas yang tidak biasa."Pas saya coba pegang dan saya lihat, ternyata debunya tuh jauh lebih kasar daripada debu yang biasa ada di rumah saya. Saya pikir, wah ini kayaknya adalah abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau," ungkap Haykal.Keyakinannya semakin kuat setelah melihat pemberitaan di media massa mengenai pembatalan sejumlah jadwal penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik tersebut.Kenakan Masker Sebagai Langkah PreventifHaykal Kamil. Foto: Adinda Githa Murti Sari Dewi/kumparanSetelah melihat dampak yang ditimbulkan, Haykal juga mulai menerapkan langkah preventif. Salah satunya dengan menggunakan masker ketika berada di luar rumah.Haykal menyadari bahwa debu vulkanik yang ditimbulkan dari erupsi berbahaya bagi kesehatan. Selain mengurangi kegiatan di luar rumah, Haykal juga sudah mempersiapkan kebutuhan pokok."Tadi saya keluar rumah sudah begini kondisinya (memakai masker). Saya khawatir juga, apalagi maskernya masih yang biasa, belum yang N95," kata Haykal."Saya juga lagi pesan masker N95 dan menyetok kebutuhan pokok untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu," tambahnya.Tunda Kepergian ke PalembangDampak erupsi ini juga memaksa Haykal untuk mengubah rencana perjalanannya. Seharusnya, pada hari itu ia dijadwalkan terbang ke Palembang untuk urusan pekerjaan dan telah mempersiapkan kebutuhan akomodasinya di sana.Namun, setelah mempertimbangkan kondisi yang tidak ideal dan tidak kondusif, Haykal memutuskan untuk membatalkan keberangkatannya."Cuma memang karena kondisi tidak ideal dan tidak kondusif, walaupun keberangkatan naik kapal masih berjalan, tapi rasanya risikonya tidak sepadan dengan reward yang didapatkan. Akhirnya saya memutuskan di rumah saja dulu," jelasnya.