Ilustrasi paket sistem audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanModifikasi sistem audio mobil tidak cukup hanya dengan menggunakan merek ternama. Pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan proses instalasi sampai tuning agar hasil suara yang didapat sesuai dengan biaya yang sudah dikeluarkan.Fahrul, Technical Support PT Audioworkshop, mengungkapkan bahwa pemilihan modifikasi menjadi salah satu hal penting. Menurutnya, konsumen sebaiknya tidak tergiur harga murah tanpa mengetahui kemampuan toko dalam melakukan penyetelan sistem audio."Kalau saran dari saya, jangan pernah tuning sembarangan. Kita sudah menghabiskan biaya banyak, tapi hasilnya nggak maksimal, nggak sesuai ekspektasi," ujar Fahrul saat ditemui kumparan di Gandaria Utara, Jakarta Selatan, Sabtu (29/8).Ilustrasi sistem audio di dalam kabin mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanDisebutkannya, kemampuan teknisi audio (installer) dalam melakukan tuning sangat menentukan hasil akhir sistem audio. Installer perlu mengetahui karakter frekuensi yang harus dikurangi maupun ditambah agar suara dari seluruh perangkat dapat terdengar seimbang.Ia mengatakan, proses tuning akan menyesuaikan bagian equalizer, crossover, dan time correction. Penyetelan tersebut dilakukan agar setiap perangkat dapat bekerja secara optimal dan menghasilkan karakter suara yang sesuai."Nggak semua installer bisa tuning. Kalau installer yang sudah lama, dia tuning tuh pakai alat. Ketika sudah di-tuning pakai alat, si installer ini pasti harus dengar lagi karena dia pengin tahu ini suaranya sudah sesuai atau belum," jelas pria yang telah berkecimpung di dunia audio mobil sejak tahun 2012 itu.Fahrul menuturkan, konsumen juga perlu memahami bahwa tuning bukan pekerjaan yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Lamanya proses dapat berbeda-beda, tergantung sistem audio, jumlah perangkat, sampai kondisi kabin mobil.Ilustrasi proses tuning pada audio mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanBahkan, ia menyampaikan proses tuning bisa memakan waktu cukup lama sampai lebih dari satu hari. Teknisi terkadang perlu melakukan penyetelan berulang kali untuk menemukan frekuensi yang tepat."Misalnya habis di-tuning, suaranya masih kurang, pusing cari lagi frekuensi mana yang harus diubah. Kalau sudah pakai prosesor, tuning paling murah bisa kurang lebih Rp 4-5 jutaan. Saya belum pernah nemu yang harganya ratusan ribu, kadang ada yang menghitung berapa perangkat yang terpasang, semakin banyak semakin mahal," terangnya.Sebagai orang yang telah berpengalaman selama 14 tahun di dunia audio mobil, Fahrul juga menilai desain kabin turut memengaruhi hasil suara. Menurutnya, mobil dengan dasbor yang lebih lebar dapat membantu menghasilkan panggung suara yang lebih baik.