Totalitas Ali Fikry di Film Bapakmu Kiper, Rela Lecet dan Berdarah saat Syuting

Wait 5 sec.

Fedi Nuril dan Ali Fikry membintangi film Bapakmu Kiper. Foto: Dok. IstimewaAli Fikry menunjukkan totalitasnya saat membintangi film terbarunya berjudul Bapakmu Kiper. Aktor muda itu diharuskan menjalani berbagai adegan fisik, termasuk bermain sepak bola dalam pertandingan tarkam.Bersyukur, Ali mengaku sudah memiliki kemampuan dasar bermain sepak bola karena memang gemar memainkan olahraga tersebut. Meski begitu, ia tetap mengikuti workshop sebelum proses syuting dimulai.“Latihan fisiknya sebelum syuting tuh kita ada workshop. Jadi ada workshop kayak koreografi passing-passing-nya kayak gimana,” ujar Ali Fikry saat ditemui di kawasan Cikini, Jakarta Pusat.“Emang suka main bola sih. Jadi udah ada basic-nya banget. Emang suka main bola jadi lebih gampang tapi cuma tinggal di-polish lagi aja biar jadi bagus buat film,” sambungnya.Menurut Ali, workshop tersebut membuat dirinya dan pemain lain lebih siap ketika menjalani proses syuting. Mereka tidak lagi harus memikirkan teknis gerakan saat kamera sudah mulai merekam.“Jadi nanti kalau pas hari-H syuting udah gampang, udah enggak harus figure it out on the set lagi,” ucapnya.Namun, proses syuting adegan sepak bola tidak sepenuhnya berjalan mulus. Kondisi lapangan tarkam yang kurang ideal membuat Ali beberapa kali terjatuh dan mengalami luka.“Lecet pasti ada. Apalagi tarkam kan di waktu itu lapangannya tanahnya nggak rata, jadi ada yang lebih tinggi dikit, ada yang berair, terus ada adegan di-tekel apa segala macem,” ungkap Ali.“Ya paling lecet-lecet berdarah-darah dikit tapi masih aman sih,” lanjutnya.Selain adegan fisik, Ali menyebut tantangan terbesar justru datang dari adegan emosional bersama karakter Bapak Warto yang diperankan Fedi Nuril.“Adegan yang paling sulit selain main bola di lapangan terik gitu sih adegan emosional sama Bapak Warto,” ungkap Ali.Ia mengaku biasanya melakukan persiapan khusus sebelum menjalani adegan tersebut. Ali bersama lawan mainnya berdiskusi agar adegan yang dimainkan bisa terasa lebih kuat.Konferensi Pers Film Bapakmu Kiper di kawasan Cikini, Jakarta Pusat. Foto: Dok. Istimewa“Selalu adegan emosional sama Bapak Warto sih karena kita harus prepare dan biasanya tuh ngobrol dulu sebelum mulai take kayak, ‘Apa ya dialog yang mungkin lebih kena ke penonton?’” Beber Ali.Di luar tantangan saat berakting, Ali senang bisa mendapat pengalaman menarik selama menjalani proses syuting bersama para pemain yang lebih senior.“Justru malah aku seringnya mainnya enggak sama yang seumuran sih. Tapi ya it’s another experience lagi main sama Om Feddy lagi, terus main sama kakak-kakak ini juga seru banget,” kata Ali.Ia bahkan mengaku ikut terbawa suasana karena setiap hari mendengar candaan dari para pemain senior.“Karena kita setiap hari kebawa jokes kakak-kakaknya. Terus kalau bapak-bapak jokes-nya jadi nular ke kita,” tutur Ali.“Aku sama Neisya yang di pinggiran cuma ketawa-ketawaan mereka. Terus kalau nggak ada Neisya, ya udah aku nimbrung aja dalam obrolan mereka sama Om Tigor yang selalu fisioterapi,” pungkasnya.Film Bapakmu Kiper disutradarai oleh Ody Harahap dan diproduksi oleh Entelekey Media Indonesia dan Entelekey Sinema Indonesia. Naskah ditulis Titien Wattimena dan Aaron Hart bersama tim Katatinut.Selain Ali Fikry, film ini juga dibintangi Fedi Nuril, Tanta Ginting, Augie Fantinus, dan pria yang dijuluki Raja Tarkam, King Polo. Bapakmu Kiper tayang serentak di bioskop mulai 3 September 2026.Film ini bercerita tentang Warto (Fedi Nuril) adalah penjual ikan sekaligus mantan kiper tarkam. Ia ingin membantu anaknya, Dino (Ali Fikry), striker berbakat yang ingin menang Tarkam Super Cup agar dilirik pencari bakat. Namun, hubungan mereka yang sudah lama renggang membuat Dino menolak bantuan Warto.Kesempatan kembali muncul saat tim Dino, Serigala Sakti, dibajak konglomerat lokal menjelang final. Warto pun membentuk kembali tim dari para mantan Serigala yang kini menjadi bapak-bapak pasar. Mereka terdiri dari kuli panggul, hansip, montir, hingga beberapa preman, dengan Warto sebagai kipernya.