Hujan Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Dirasakan Warga Pandeglang: Mata Perih

Wait 5 sec.

Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu 6/9/2026). Foto: kumparanHujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau mulai terasa di sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang, Banten.Warga Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rio (36), menyebut abu vulkanik dirasakan sejak hari Minggu (6/9) ini. Menurutnya, abu vulkanik mulai terasa terisap ke pernapasan hingga mengotori halaman rumah."Kemarin mobil bersih, tapi pagi ini sudah tertutup debu. Terus keluar rumah juga ke mulut kerasa banget, lidah seperti ada pasirnya," kata Rio, Minggu (6/9)."Agak khawatir juga kan apalagi takutnya kena iritasi kulit atau ISPA," imbuhnya.Hal senada turut disampaikan warga Kecamatan Jiput, Kabupaten Pandeglang, Bahrul (28). Ia mengatakan, erupsi Gunung Anak Krakatau tak hanya sempat membuat rumahnya bergetar, namun juga membuat perih ke mata saat berkendara motor."Selain getaran yang terasa di rumah, debu juga terasa di wilayah Jiput. Tadi pakai motor pulang ke rumah itu perih ke mata, debunya mulai bertebaran," ucap Bahrul.Abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau di Kabupaten Pandeglang, Banten, Minggu 6/9/2026). Foto: kumparanBahrul menyebut, kondisi abu vulkanik sebelumnya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat di Kecamatan Jiput. Meski begitu situasi masyarakat masih kondusif dan beraktivitas seperti biasa."Baru kali ini begini (abu vulkanik), sementara warga tidak panik. Hanya ngerasa debu aja sampai di teras rumah," ujarnya.Sementara itu, Tim Pusdalops BPBD Pandeglang Deni mengatakan, pihaknya telah menerima laporan hujan abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau sudah mulai terasa di sejumlah wilayah Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang."Baru dapat laporan abu sudah sampai ke Pasauran (Kabupaten Serang)," singkatnya.