Hari Pertama PJJ di Jaktim Imbas Abu Vulkanik: Guru Tetap Ngajar dari Sekolah

Wait 5 sec.

Suasana kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMP Negeri 213 Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanSejumlah sekolah di Jakarta Timur mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Senin (7/9) menyusul imbauan pemerintah terkait dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Pada hari pertama PJJ, siswa mengikuti pembelajaran dari rumah, sementara guru tetap datang dan menjalankan kegiatan pembelajaran dari sekolah.Kondisi tersebut terpantau sejumlah sekolah, yakni SDN Pondok Kopi 08 Pagi, SMP Negeri 213 Jakarta, dan SMA Negeri 54 Jakarta. Ketiga sekolah tetap menjalankan aktivitas guru di lingkungan sekolah meski siswa tidak mengikuti pembelajaran secara langsung di kelas.Kepala Sekolah SDN Pondok Kopi 08 Pagi, Pujiyanto (58) di hari pertama sekolah pada Senin (13/7). Foto: Pradya Tirta/kumparanKepala SDN Pondok Kopi 08 Pagi, Pujiyanto, mengatakan PJJ di sekolahnya mulai diberlakukan pada 7 September hingga batas waktu yang belum ditentukan. Pihak sekolah masih menunggu instruksi lebih lanjut terkait berakhirnya kebijakan tersebut."Untuk SD Pondok Kopi 08, mulai PJJ dari tanggal tujuh sampai batas waktu yang belum ditentukan. Karena kita belum mendapatkan instruksi resmi sampai kapan paparan debu vulkanik ini akan berjalan," kata Pujianto saat ditemui awak KumparanPujiyanto mengatakan pelaksanaan PJJ mengikuti instruksi dan materi yang disampaikan Dinas Pendidikan. Guru kemudian dapat memodifikasi materi tersebut sesuai dengan pelaksanaan PJJ di sekolah.“Proses PJJ-nya melalui instruksi yang memang muncul dari dinas, itu banyak materi-materi yang disampaikan dari dinas. Nantinya gurunya bisa memodifikasi sejauh mana perjalanan untuk PJJ ini bisa dilaksanakan dari sekolah," jelasnya.Meski siswa belajar dari rumah, seluruh guru di SDN Pondok Kopi 08 Pagi tetap masuk dan melakukan aktivitas dari sekolah."Guru masuk semuanya karena memang diinstruksikan anak yang PJJ, anak yang di rumah, gurunya tetap semuanya masuk," ungkap Pujianto.Suasana kegiatan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMP Negeri 213 Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanHal serupa diterapkan di SMP Negeri 213 Jakarta. Kepala SMP Negeri 213 Jakarta, Sugiyanti, mengatakan siswa mulai mengikuti PJJ pada Senin setelah pihak sekolah menerima instruksi dari Dinas Pendidikan.Sugiyanti mengatakan informasi pelaksanaan PJJ disampaikan kepada orang tua melalui grup WhatsApp wali kelas maupun grup siswa."Bahwa segera, khususnya untuk di hari Senin, 7 September 2026, murid segera diinstruksikan lewat WA orang tua murid atau yang mewakili, lewat grup wali kelas dan ada grup anak-anak juga, bahwa PJJ segera dilaksanakan mulai hari ini," kata Sugiyanti.Namun, untuk guru dan tenaga tata usaha, aktivitas di sekolah tetap berjalan. Sugiyanti mengatakan guru dan tenaga TU tetap masuk karena instruksi yang diterima ditujukan kepada siswa."Karena yang diimbau itu murid, sedangkan guru dan tenaga TU itu tetap masuk karena dengan absen," katanya.Sejumlah guru mengajar melalui daring saat pemberlakuan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di SMA Negeri 54 Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanSementara itu, Wakil Bidang Kurikulum SMA Negeri 54 Jakarta, Marsono, mengatakan siswa di sekolahnya juga mengikuti pembelajaran dari rumah. Namun, guru tetap melakukan kegiatan PJJ dari sekolah karena belum ada edaran resmi yang mengatur guru untuk bekerja dari rumah."Ya, sistem pembelajarannya yang pasti itu kan sampai saat ini siswa belajar dari rumah, ya. Tapi untuk gurunya, karena belum ada edaran resmi, tetap melakukan PJJ-nya dari sekolah gitu," ujar Marsono.Marsono mengatakan belum ada informasi resmi mengenai sampai kapan PJJ akan berlangsung. Sekolah akan menunggu informasi atau edaran dari Dinas Pendidikan dan memperbarui informasi kepada orang tua serta siswa setiap hari.“Sampai saat ini belum ada info resmi sampai kapan. Jadi sementara nanti kita update-nya setiap hari. Misalnya besok harus dilanjutkan, kita informasikan ke orang tua, ke siswa bahwa besok masih berlanjut berlangsung PJJ. Kita tunggu info dari atau edaran dari Dinas Pendidikan," ungkap Marsono.Suasana di SMA Negeri 54 Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanTemuan Abu VulkanikDi tengah pelaksanaan PJJ tersebut, kondisi lingkungan sekolah juga menunjukkan adanya debu di sejumlah bagian. Namun, pihak sekolah belum dapat memastikan bahwa debu yang ditemukan tersebut merupakan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.Di SDN Pondok Kopi 08 Pagi, Pujianto mengatakan debu terlihat menempel di sejumlah bagian, termasuk pada pohon. Ia menduga kondisi debu tersebut berbeda dengan debu biasa, tetapi pihak sekolah tidak memiliki alat untuk memastikan jenis debu tersebut."Jadi kelihatan hitam, kalau debu-debu biasa itu biasanya kalau sudah dibersihkan itu tidak licin gitu di sepatu," kata Pujianto.Meski demikian, Pujianto menegaskan pihak sekolah belum dapat memastikan apakah debu tersebut merupakan abu vulkanik atau debu biasa."Belum bisa memprediksi itu debu vulkanik atau debu dari alam biasa," jelasnya.Temuan serupa juga terlihat di SMP Negeri 213 Jakarta. Sugiyanti mengatakan dirinya melihat debu tipis di bagian lapangan sekolah ketika datang pada Senin pagi. Namun, debu tersebut tidak terlihat di dalam ruangan."Saya melihat langsung tadi pagi datang itu debunya tipis, Mas. Ada cuma tidak begitu banyak, jadi tipis. Jadi di lokasinya tadi ada di lapangan. Kalau untuk lokasi di dalam ruangan itu tidak ada debu," ujar Sugiyanti.Sementara itu, kondisi debu di SMA Negeri 54 Jakarta disebut lebih terlihat. Marsono mengatakan lapangan sekolah tampak lebih kotor dari biasanya dan lantai terasa licin ketika dilalui."Iya. Itu lapangan udah kelihatannya udah kotor kayak gitu kan debunya tuh, tebal. Terus kemudian lantai juga licin," kata Marsono.Suasana di SMA Negeri 54 Jakarta, Senin (7/9/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparanMarsono mengatakan kondisi tersebut berbeda dari kondisi yang biasa ditemukan di sekolah pada pagi hari. Ia menyebut lantai sekolah biasanya tidak terasa licin seperti yang dirasakan pada Senin pagi."Kalau kita datang pagi itu nggak pernah kotor yang begitu apa ya pekatnya kayak gitu lapangan ya, terutama ya. Kan kotor banget itu. Selama ini tidak sampai sebegitunya kotor ya," kata dia.Hingga hari pertama penerapan PJJ, ketiga sekolah tersebut masih menunggu instruksi lanjutan mengenai durasi pembelajaran dari rumah. Sementara itu, kegiatan guru dan tenaga kependidikan tetap berlangsung di sekolah.