Layar menampilkan pergerakan perdagangan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (23/10). Foto: Hafidz Mubarak A/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi menguat pada Kamis (6/8). Sebelumnya, IHSG berakhir di zona hijau, ditutup menguat 31,53 poin atau 0,50 persen ke 6.351,14 pada perdagangan Rabu (5/8).Analis Phintraco Sekuritas menilai penguatan pada Rabu (6/8) didorong membaiknya sejumlah indikator ekonomi domestik, meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta meningkatnya optimisme investor terhadap kinerja emiten.Phintraco mencatat, secara teknikal sejumlah indikator juga menunjukkan peluang penguatan IHSG masih berlanjut.“Beberapa indikator mengindikasikan potensi berlanjutnya penguatan IHSG untuk menguji level 6.370-6.400,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya, dikutip Kamis (6/8).Seorang pria mengamati layar digital pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, (12/12/2025). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOPhintraco mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia melambat menjadi 5,29 persen masih lebih baik dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 5,1 persen.Selain itu, keputusan pemerintah menunda implementasi pemungutan pajak melalui marketplace yang semula dijadwalkan berlaku efektif pada Agustus 2026, dinilai turut menjadi sentimen positif bagi pasar.Phintraco Sekuritas merekomendasikan saham-saham seperti ANTM, BRMS, BUMI, KLBF, ENRG, dan PSAB untuk diperhatikan sepanjang Kamis (6/8).Kemudian, analis MNC Sekuritas melihat penguatan pada Rabu (5/8) masih disertai volume pembelian yang meningkat. Saat ini, posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian awal wave b dari wave (c) dari wave [iv].“Hal tersebut berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.403-6.420,” kata MNC Sekuritas melalui risetnya.Kendati demikian, MNC Sekuritas menyarankan untuk mencermati adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.324 hingga 6.341.Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham ADRO, ASII, BKSL, dan EXCL untuk diperhatikan sepanjang Kamis (6/8).***Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan Keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu