Badan Intelijen Pusat AS (CIA) secara diam-diam membentuk satuan tugas (satgas) Kuba untuk menekan pemerintah Kuba agar melakukan perubahan ekonomi, politik, dan kepemimpinan sebagaimana dituntut Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Kabar itu dilaporkan surat kabar The New York Times dengan mengutip sejumlah sumber.