BP BUMN dan Danantara Kawal Transformasi PT Pos Indonesia

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - BP BUMN bersama Danantara terus mengawal transformasi PT Pos Indonesia agar berjalan sesuai target yang telah ditentukan manajemen.Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria menegaskan bahwa perbaikan tata kelola menjadi prioritas utama untuk membangun perusahaan yang sehat dan berkelanjutan."Yang paling penting sekarang tata kelolanya dibenahi. Jangan sampai ada rekayasa keuangan. Semua proses harus dijalankan dengan benar," kata Dony dalam keterangan resmi yang dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Kamis.Dony meminta seluruh jajaran PT Pos Indonesia menjalankan transformasi dengan mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Ia juga menginstruksikan direksi menjaga soliditas organisasi serta membangun komunikasi yang baik dengan seluruh karyawan agar transformasi berjalan efektif dan seluruh insan perusahaan mendukung proses tersebut.BP BUMN dan Danantara akan terus memantau pelaksanaan transformasi untuk memastikan PT Pos Indonesia berkembang menjadi perusahaan yang lebih sehat, profesional, dan berkelanjutan. Penguatan tata kelola, transparansi, dan soliditas organisasi akan mendorong PT Pos Indonesia meningkatkan kinerja sekaligus memperkuat perannya sebagai perusahaan nasional.Sebelumnya, Dony mengungkapkan PT Pos Indonesia telah melaporkan hasil audit yang mencakup penyesuaian pembukuan periode 2023, 2024, dan 2025 senilai Rp9 triliun sebagai bagian dari upaya membersihkan dan memulihkan catatan keuangan perusahaan.Dony menegaskan transformasi harus menyelesaikan akar persoalan perusahaan. Karena itu, ia meminta manajemen meninjau kembali struktur pendapatan, komponen biaya, serta menerapkan model bisnis yang lebih tepat dan berkelanjutan. Ia juga mendorong pemanfaatan sinergi antarperseroan (intercompany) untuk mempercepat penurunan utang perusahaan.Dony menegaskan seluruh langkah perbaikan harus memperkuat fundamental bisnis serta memiliki target yang jelas dan terukur agar manajemen dapat mengawal pelaksanaannya secara konsisten. (*)