Wuling Aira ev edisi Toy Story di GIIAS 2026. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMobil listrik (EV) mungil sering kali identik dengan ruang kabin yang terbatas. Melihat dimensi Wuling Aira ev yang ringkas, kesan itu pun sempat muncul sebelum masuk ke dalamnya.Rasa penasaran itu coba dijawab dengan langsung duduk di balik kemudinya. Tak hanya posisi mengemudi, awak kumparan juga menjajal bangku penumpang depan untuk melihat seperti apa kenyamanan yang ditawarkan mobil setrum teranyar Wuling ini.Hasilnya, ada beberapa hal yang langsung terasa sejak pertama masuk ke kabin. Mulai dari posisi duduk, material jok, sampai tata letak pengoperasian fitur.Wuling Aira ev versi setir kanan yang diproduksi di fasilitas PT SGMW Motor Indonesia. Foto: Sena Pratama/kumparan1. Jok Tegak dan EmpukHal pertama yang langsung terasa saat duduk di balik kemudi adalah posisi duduknya yang cukup tegak. Headrest pengemudi dibuat tinggi sehingga kepala terasa lebih tersangga, terutama bagi pengemudi dengan tinggi sekitar 170 cm.Wuling juga tetap mempertahankan jok berbahan fabric. Meski tampil sederhana, bantalan jok terasa cukup empuk saat diduduki dan tidak membuat tubuh cepat pegal. Material ini juga memberikan sirkulasi udara yang lebih baik dibanding pelapis kulit sintetis.Pengunjung merasakan mobil Aira ev dipamerkan di booth Wuling pada gelaran GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (29/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan2. Visibilitas LuasPandangan ke depan terasa lega berkat kaca depan yang lebar. Ruang kepala juga masih menyisakan sekitar lima jari sehingga kepala tidak terasa dekat dengan atap kabin.Saat berpindah ke bangku penumpang depan, kesan lapang masih terasa. Posisi duduknya serupa dengan kursi pengemudi alhasil tetap nyaman digunakan untuk perjalanan harian.Interior mobil Aira ev dipamerkan di booth Wuling pada gelaran GIIAS 2026, ICE BSD, Tangerang, Banten, Rabu (29/7). Foto: Aditia Noviansyah/kumparan3. Pengoperasian Lebih PraktisPerubahan yang paling terasa dibanding Air ev ada pada posisi tuas transmisi. Kini pengoperasiannya dipindahkan ke tuas di belakang setir sebelah kiri, tangan tidak perlu lagi menjangkau konsol tengah.Di lingkar kemudi juga tersedia tombol pengaturan audio, telepon, dan shortcut lainnya. Tata letak seperti ini membuat pengemudi lebih mudah mengoperasikan beberapa fungsi tanpa harus banyak mengalihkan perhatian dari jalan.Tampilan bagasi Wuling aira ev. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan4. Kabin Sedikit Lebih LuasRuang kabin Aira ev terasa sedikit lebih lega sebab wheelbase-nya meningkat 10 cm daripada Air ev. Duduk di bangku belakang dengan tinggi badan sekitar 170 cm masih menyisakan ruang lutut sekitar empat jari, sementara ruang kepala juga masih cukup lega sekitar lima jari.Material jok belakang dibuat sama dengan baris depan, yakni fabric. Hanya saja, sandaran kepala belakang menyatu dengan jok sehingga tidak bisa diatur ketinggiannya.Ruang penyimpanan di bagasi Wuling Aira ev. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan5. Banyak Slot PenyimpananUkurannya yang mungil tidak membuat Aira ev kekurangan tempat menyimpan barang. Di area depan tersedia satu slot penyimpanan di atas dasbor, satu kompartemen kecil di bawah dasbor, serta cup holder yang mudah dijangkau dari kursi pengemudi.Di sisi lain, Wuling juga tetap menyediakan kantong penyimpanan di bagasi belakang. Memang tidak besar, tetapi fungsional untuk menyimpan barang-barang selama perjalanan.