Detik-detik Roket China Tersambar Petir Saat Lepas Landas Bawa Satelit ke Orbit

Wait 5 sec.

Ilustrasi roket China. Foto: China Daily/ReutersMomen langka sekaligus menegangkan terjadi saat peluncuran roket China pada 23 Juli 2026 lalu. Ratusan orang yang menyaksikan peluncuran itu dibuat terkejut ketika petir menyambar roket Long March 3B sekitar 30 detik setelah lepas landas. Meski dihantam sambaran listrik yang diperkirakan mencapai sedikitnya 100 juta volt, roket tetap melanjutkan penerbangannya hingga berhasil mengantarkan satelit ke orbit.Foto dan video yang beredar memperlihatkan kilatan petir menyambar badan roket yang sedang menanjak ke langit. Aliran listrik tampak merambat di sepanjang badan roket dan jejak gas buangnya sebelum akhirnya mengarah ke permukaan Bumi.Roket Long March 3B diluncurkan dari Xichang Satellite Launch Center, China barat daya, pada 23 Juli 2026 sekitar pukul 20.00 waktu setempat. Sekitar 30 detik setelah mengudara, petir tiba-tiba menyambar roket dan seketika menerangi langit malam.Rekaman video peluncuran memperlihatkan para penonton yang mengenakan jas hujan dan membawa payung serempak terkejut saat petir menyambar roket. Namun, beberapa saat kemudian, mereka bersorak ketika roket tetap melesat ke angkasa tanpa mengalami gangguan berarti.Pada hari yang sama, China Aerospace Science and Technology Corporation (CASC) menyatakan misi tersebut berlangsung dengan sukses. Roket Long March 3B berhasil menempatkan satelit Tianlian-2 (06) ke orbit geostasioner. Satelit relai tersebut akan mendukung operasional Stasiun Luar Angkasa Tiangong milik China.Kendati demikian, pernyataan resmi tersebut tidak menyinggung insiden sambaran petir yang terjadi selama peluncuran.Mengapa Roket Bisa Selamat?Meski terlihat menegangkan, tenang saja karena roket modern memang dirancang untuk menghadapi kemungkinan tersambar petir. Bagian luar roket dibuat menggunakan material yang sangat konduktif sehingga mampu mengalirkan muatan listrik besar ke seluruh permukaan luar tanpa merusak sistem elektronik penting di bagian dalam. Prinsip kerjanya serupa dengan Faraday cage, yaitu pelindung yang menghalangi medan elektromagnetik memasuki area yang dilindungi.Teknologi serupa juga digunakan pada pesawat komersial, yang rata-rata tersambar petir setidaknya satu kali setiap tahun tanpa menimbulkan kerusakan serius. Kendati begitu, peluncuran roket umumnya tetap dijadwalkan saat cuaca baik untuk meminimalkan risiko sambaran petir.Insiden roket yang tersambar petir bukanlah yang pertama dalam sejarah penerbangan antariksa. Salah satu kasus paling terkenal terjadi pada misi Apollo 12 milik NASA pada November 1969. Tak lama setelah lepas landas, roket Saturn V yang membawa astronaut Charles Conrad, Alan Bean, dan Richard Gordon tersambar petir sebanyak dua kali saat menembus atmosfer.Beberapa instrumen dan sensor mengalami gangguan permanen akibat sambaran tersebut. Namun kerusakan itu tidak menghalangi misi, dan ketiga astronaut berhasil mendarat di Bulan serta kembali ke Bumi dengan selamat.Kasus serupa juga terjadi pada 2019 ketika sebuah roket Soyuz milik Rusia tersambar petir saat mengangkut satelit komunikasi menuju orbit rendah Bumi.Roket SpaceX Falcon 9 dengan kapsul Crew Dragon Endeavour yang membawa misi Crew-8 diluncurkan dari landasan peluncuran 39A di Kennedy Space Center NASA di Florida pada 3 Maret 2024. Foto: Chandan Khanna / AFPPetir juga dapat menyambar roket yang masih berada di landasan peluncuran. Hal itu terjadi menjelang misi Artemis I NASA pada 2022. Roket Space Launch System (SLS) sempat tersambar petir saat menjalani uji coba wet dress rehearsal, sekitar tujuh bulan sebelum peluncuran resminya.Namun kejadian seperti itu kini sangat jarang terjadi karena sebagian besar landasan peluncuran telah dilengkapi menara penangkal petir yang dirancang untuk mengalihkan sambaran listrik dari roket.Tidak semua roket mampu bertahan setelah tersambar petir. Pada 1987, roket Atlas-Centaur AC-67 hancur hanya 48 detik setelah lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, akibat sambaran petir.Laporan NASA mengungkapkan bahwa sambaran tersebut memicu perubahan data pada memori komputer navigasi roket. Akibatnya, sistem kendali kehilangan arah, roket menyimpang dari lintasan, lalu pecah di udara.Karena itu, meski roket modern memiliki perlindungan terhadap sambaran petir, kondisi cuaca tetap menjadi salah satu faktor terpenting dalam setiap peluncuran antariksa. Insiden Long March 3B menjadi bukti bahwa perlindungan tersebut dapat bekerja secara efektif, sekaligus menunjukkan betapa berisikonya proses mengirim wahana ke luar angkasa.