BGN Siapkan 1.700 SPPG di Daerah Stunting Tinggi untuk Program MBG

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut pihaknya telah menyiapkan 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah dengan angka stunting tinggi dan sangat tinggi untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG).BGN menyiapkan SPPG tersebut setelah Presiden Prabowo Subianto meminta pemerintah memprioritaskan wilayah dengan angka stunting tinggi serta kelompok penerima manfaat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B)."Dari data overlay (pemadanan), ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah selesai dibangun, dan tinggal beroperasi. Lokasinya berada di daerah dengan stunting tinggi dan sangat tinggi," ujar Sudaryono di Jakarta, Kamis.Sudaryono menjelaskan, pemerintah tidak akan langsung membuka 13.000 dapur secara bersamaan seperti informasi yang sempat beredar. Ia mengatakan angka tersebut merupakan total data dapur yang masuk dalam pendataan BGN, baik berupa titik baru maupun dapur yang telah dibangun menjadi SPPG.BGN memadankan data bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan kementerian/lembaga terkait untuk menentukan wilayah prioritas pembangunan SPPG. BGN juga mencocokkan data tersebut dengan data keluarga penerima manfaat berbasis nama dan alamat (by name by address) yang dimiliki Kemenkes."Kita petakan dan overlay dengan data dapur yang sudah siap. Insyaallah minggu depan kita mulai merilis daftar yang sudah siap," kata Sudaryono.BGN akan menentukan daerah prioritas pembangunan SPPG untuk mempercepat penanganan stunting sekaligus meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia.Pemerintah memprioritaskan wilayah yang masih membutuhkan layanan gizi, seperti Papua, Nusa Tenggara Timur (NTT), Nias, Sumatra Utara, serta sejumlah wilayah kepulauan di Maluku dan Maluku Utara. (*)