Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu berbicara pada konferensi pers di kantor Perdana Menteri di Yerusalem pada 10 Agustus 2025. Foto: Abir SULTAN / POOL / AFPIsrael tak menyepakati rencana Amerika Serikat (AS) terkait rencana rekonstruksi dan perdamaian di Gaza. Ia menegaskan, pasukannya tak akan mundur dari Gaza, bahkan setelah Hamas mematuhi pelucutan senjata. Sementara Gerakan Islam Palestina sendiri menyatakan ulang komitmennya terkait rancangan yang telah diutarakan Presiden Donald Trump di pertemuan Board Of Peace (BoP) pekan lalu. Terutama terkait poin pelucutan senjata milisi Palestina dan mundurnya Israel dari Gaza. Dilansir AFP, komentar Netanyahu ini muncul di akun media sosialnya."Mereka yakin soal pelucutan senjata Hamas dan proses demiliterisasi Gaza. Kita tahu itu, mereka menerima draft mereka, tapi kita tidak setuju. Itu bukan draft kami, dan kita sudah menyampaikan tanggapan," ucap Netanyahu. Presiden Prabowo Subianto saat mengikuti the Board of Peace Charter Announcement bersama Presiden AS Donald Trump bersama pemimpin negara lainnya di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026). Foto: YouTube/ The White HouseLalu, pada Rabu (5/8), Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Israel Letjen Eyal Zamir menyatakan akan terus melakukan operasi militer di Gaza secara proaktif. "Kami terus memburu mereka yang bertanggung jawab terhadap serangan Hamas, pada 7 Oktober 2023," katanya."Di Gaza, kami telah menyerang Hamas secara signifikan, melemahkannya, dan secara fundamental mengubah peta keamanan," ucap Eyal Zamir. Eyal Zamir juga menyatakan operasi militer Israel di Gaza adalah bagian dari perlindungan masyarakat. "Kita berupaya menghilangkan ancaman di setiap situasi, melindungi komunitas dan penduduk, serta melindungi keamanan mereka," ucap Eyal Zamir.