CocaCola resmikan PLTS atap di salah satu fasilitas produksi. Dok: kumparan/Argya. Coca-Cola Indonesia kembali memasang PLTS atap di salah satu fasilitas produksi mereka di Bekasi, Jawa Barat. Adapun di fasilitas Bekasi Plant 2, CocaCola Indonesia memasang PLTS atap dengan kapasitas 1,4 megawatt (MW).Customer Service & Supply Chain Director Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP) Linda Christina Daryanto menjelaksan langkah itu merupakan cara mereka untuk mendukung aspek keberlanjutan utamanya menurunkan emisi karbon.“Sebagai perusahaan manufaktur, kami memahami bahwa energi merupakan bagian yang sangat penting dalam memastikan kegiatan operasional berjalan dengan andal dan efisien.Di sisi lain, kami juga menyadari bahwa proses manufaktur memiliki peran penting dalam mendukung upaya pengurangan emisi dan transisi menuju ekonomi rendah karbon,” kata Linda dalam peresmian PLTS CCEP Bekasi Plant 2 di Jawa Barat, Rabu (4/11).Jumlah emisi karbon yang bisa ditekan atau dikurangi mencapai 1.180 ton co2 per tahun. Linda juga menjelaskan, pemasangan PLTS atap untuk fasilitas Coca-Cola Indonesia di Bekasi Plant 2 ini bukanlah yang pertama. Langkah serupa sebelumnya sudah dilakukan di beberapa fasilitas lain.“Inisiatif ini bukan merupakan inisiatif pertama. Sebelumnya, kami sudah melakukan pemasangan solar panel di pabrik lain, yaitu Bekasi 1, Mega DC Pasuruan, serta pabrik di Semarang. Jadi, hari ini kita melanjutkan proyek keempat di lokasi Bekasi 2,” ujarnya.Di Bekasi Plant 2, pemasangan PLTS atap juga bekerja sama dengan PT Cikarang Listrindo. Perusahaan tersebut, menurut Linda, menyediakan teknologi dan infrastruktur yang membuat energi terbarukan bisa digunakan untuk operasional pabrik.“Ketika pengguna energi, penyedia energi, pemerintah, dan para pemangku kepentingan lainnya bekerja sama, transformasi dapat terjadi lebih cepat dan memberikan dampak yang lebih besar,” kata Linda.