IHSG Diproyeksi Ambrol ke 4.777, Investor Masih Pantau Efektivitas Kebijakan BEI

Wait 5 sec.

Layar digital menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (30/10/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi bergerak melemah pada level 4.777-4.697 pada pembukaan perdagangan Rabu (4/11). Sebelumnya, pada Selasa (3/11), IHSG ditutup ambrol 192,54 poin atau 3,78 persen ke level 4.904,29.“Secara teknikal, adapun ujian ketahanan market telah dimulai seiring indikator RSI yang berada di area oversold (jenuh jual), meskipun masih membentuk sinyal negatif. Selain itu, indikator Stochastics K_D juga menunjukkan sinyal negatif, sementara volume perdagangan mengalami penurunan,” kata Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta, dalam keterangannya, Rabu (4/11).Dari sisi global, menurut Nafan, sentimen pasar secara keseluruhan tertahan oleh peristiwa politik penting, yaitu menjelang US midterm elections yang menentukan partai mana yang mengendalikan DRP dan Senat mulai Januari mendatang.“Para pelaku pasar memprediksi kemungkinan hampir 75 persen Partai Demokrat akan merebut DPR dan Senat,” katanya.Dia menjelaskan pula, perkembangan geopolitik di Timur Tengah turut menjadi perhatian, terutama terkait peluang penyelesaian konflik AS dan Iran. Optimisme terhadap jalur diplomasi menyebabkan harga minyak mentah Brent kembali mengalami tekanan dan berada di kisaran USD 103 per barel.Dari sisi domestik, Nafan menyebut, perhatian investor masih tertuju pada efektivitas reformasi pasar modal BEI khususnya peningkatan transparansi kepemilikan saham, perbaikan struktur free float, dan penguatan kredibilitas pasar.Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOKebijakan pengecualian saham high shareholding concentration (HSC) pada 2 November 2026 juga masih membutuhkan waktu untuk dievaluasi dampaknya terhadap struktur indeks dan perilaku investor.“Pelemahan rupiah hingga high level pada Rp 18.165 per dolar AS pada perdagangan kemarin meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi capital outflow. Selain itu, investor masih mencermati pengumuman MSCI Index Review pada 11–12 November 2026,” tutur dia.Saham-saham yang dapat direkomendasikan Mirae Asset Sekuritas pada Rabu (4/11) meliputi ACES, ISAT, dan LSIP.Menurut MNC Sekuritas, IHSG pada Rabu (4/11) diproyeksi bervariasi. Bisa melemah pada rentang 4.763-4.845, dan menguat kisaran 4.908-4.914.“Posisi IHSG diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave (v) dari wave [v] sehingga dapat dicermati area koreksi berikutnya pada rentang 4.763-4.845. Meskipun tidak menutup kemungkinan akan adanya peluang technical rebound 4.908-4.914,” tulis MNC Sekuritas, dalam keterangannya, Rabu (4/11).Saham-saham yang direkomendasikan MNC Sekuritas pada Rabu (4/11) meliputi DEWA, HMSP, INKP, dan MDKA.Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.