Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMendapatkan motor jadul dalam jumlah banyak kini menjadi tantangan tersendiri bagi para pedagang. Pasokan yang terbatas membuat mereka harus lebih keras mencari unit untuk mengisi koleksi dagangan.Hal itu turut dirasakan Totok, pemilik Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Ia mengatakan bahwa saat ini perburuan motor-motor lawas sangat sulit dilakukan karena para pemilik motor cenderung sudah mengetahui nilai jual kendaraan yang dimiliki."Saat ini di mana-mana, termasuk anak buah saya di kampung, tidak ada kabar. Saya tanya memang katanya sudah susah. Dulu sekali awal buka di 2016-an dapat itu bisa dua truk. Satu truk isinya bisa 15-20 motor dibikin dua tingkat," keluhnya saat ditemui kumparan belum lama ini.Deretan motor Yamaha lawas di Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanIa mencontohkan Yamaha V80 yang dahulu bisa ditebus seharga Rp 1,8 juta hingga Rp 2 juta, kini ditawarkan sebesar Rp 3,5 juta sampai Rp 4 juta. Selain itu, banyak pemilik yang enggan menjual motor mereka meski sudah mendapat tawaran yang kompetitif dari Totok.Di tengah kondisi tersebut, Totok mengaku tidak menyesal telah menghabiskan uangnya untuk mengoleksi ratusan motor lawas. Keputusan itu justru menjadi salah satu hal yang membuat bisnisnya bisa bertahan hingga sekarang.Ia sendiri memiliki beberapa jaringan yang tersebar di wilayah Jawa Tengah untuk mencari stok motor jadul. Saat ini, koleksi di galerinya mencapai sekitar 215 motor, mulai dari lansiran 1941 hingga 1990-an.Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Alhamdulillah sudah saya stok banyak, daripada nabung di bank mending investasi ke sini. Tinggal nunggu pembeli yang berminat, memang harus sabar karena nggak semua orang suka barang-barang seperti ini," lanjut Totok.Di sisi lain, Totok mengatakan pasar motor jadul bekas kini mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan saat pertama kali membuka galeri pada 2016. Menurutnya, kondisi ekonomi yang lesu turut memengaruhi penjualan.Kendati pasar motor jadul bekas kini mengalami penurunan, Totok sempat merasakan lonjakan minat selama pandemi Covid-19. Ia mengungkapkan, omzet penjualan di galerinya pernah mencapai Rp 175 juta dalam satu bulan pada periode tersebut.