Ilustrasi Kereta Api Jarak Jauh. Foto: Dok. KAI Daop 1 JakartaPT Kereta Api Indonesia (KAI) menambah 39 perjalanan kereta api jarak jauh melalui Grafik Perjalanan Kereta Api (Gapeka) 2026 yang mulai berlaku pada 1 Desember 2026.Penambahan perjalanan itu juga diikuti dengan perluasan layanan naik dan turun penumpang di sejumlah stasiun yang terintegrasi dengan Commuter Line, serta pengoperasian KA Pandawa relasi Semarang Tawang-Solo Balapan-Yogyakarta pulang pergi.VP Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, penambahan perjalanan dalam Gapeka 2026 akan meningkatkan kapasitas angkut kereta jarak jauh hingga 7.000 kursi per hari.“Saat ini kita sudah memberlakukan Gapeka 2026, yaitu mulai dari tanggal 1 Desember 2026. Kita menambah 39 perjalanan ya di Gapeka ini. Kemudian juga kita bisa meningkatkan kapasitas angkutnya, per harinya bisa sampai 7.000 seat per hari,” kata Anne saat konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/11).Peningkatan kapasitas angkut tersebut dilakukan dengan mengoptimalkan sarana, prasarana, dan operasional kereta api.“Jadi, untuk 7.000 seat ini kita juga memaksimalkan adanya perbaikan di prasarana ataupun juga sarana dan juga operasinya,” lanjut Anne.Selain menambah perjalanan, KAI juga menyesuaikan pola perjalanan dengan kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah.Salah satu penyesuaian dalam Gapeka 2026 dilakukan dengan menambah layanan naik dan turun penumpang kereta jarak jauh di Stasiun Jatinegara, Bekasi, dan Cikarang.Ketiga stasiun tersebut terhubung dengan layanan Commuter Line sehingga dapat menjadi alternatif akses bagi masyarakat yang hendak menggunakan kereta jarak jauh.Anne menerangkan, penambahan layanan itu dilakukan karena KAI melihat adanya peningkatan kebutuhan masyarakat untuk naik kereta dari stasiun yang terintegrasi dengan KRL.“Kita melihat juga Jatinegara, Bekasi, Cikarang ada peningkatan kebutuhan orang naik kereta dari stasiun ini yang terkoneksi dengan KRL. Sehingga yang dari Cikarang dan Bekasi tidak perlu ke Pasar Senen atau Gambir,” terang Anne.KAI mencatat kebutuhan layanan di Stasiun Jatinegara meningkat 11 persen, Bekasi hampir 10 persen, dan Cikarang hampir 4 persen. Untuk mengakomodasi kebutuhan tersebut, KAI menambah perjalanan kereta yang melayani naik dan turun penumpang di ketiga stasiun.“Di Jatinegara ada dua tambahan kereta yang naik turun, di Bekasi ada tiga, kemudian yang di Cikarang ada enam untuk naik turun penumpang,” rinci Anne.Meski menambah titik pemberhentian, KAI tetap berupaya menjaga efisiensi waktu perjalanan kereta jarak jauh. Anne mengatakan, tambahan waktu tempuh akibat pemberhentian di stasiun tersebut diupayakan tidak lebih dari 10 menit.“Jadi sebenarnya penambahan waktu tempuhnya itu kita upayakan selalu di bawah 10 menit,” ujar dia.Selain memperluas akses kereta jarak jauh melalui stasiun yang terintegrasi dengan Commuter Line, KAI juga mengembangkan layanan kereta antarkota untuk mendukung mobilitas di kawasan aglomerasi.Salah satunya melalui pengoperasian KA Pandawa yang melayani relasi Semarang Tawang-Solo Balapan-Yogyakarta pulang pergi.KA Pandawa disiapkan untuk mengakomodasi perjalanan masyarakat di antara kota-kota tersebut sekaligus memperkuat konektivitas antarkota dalam satu kawasan.Kata Anne, pengembangan layanan aglomerasi menjadi salah satu potensi yang ingin dimaksimalkan KAI melalui Gapeka 2026.“Ini dari utaranya kita ada Kereta Pandawa dari Semarang Tawang, Solo Balapan, Jogja PP. Ini tadi yang saya sampaikan bahwa kita melihat angkutan dalam kota, aglomerasi, ini juga meningkat sangat drastis,” ungkap Anne.Ia menambahkan, KAI melihat peluang pengembangan layanan kereta yang menghubungkan sejumlah kota dalam satu provinsi maupun kawasan aglomerasi.“Karena di daerah di luar Jakarta dan Jogja ini kan masih belum ada LAA ya, listrik aliran atas, sehingga konsep untuk mengembangkan aglomerasi dan juga kereta-kereta antarkota dalam provinsi, ini juga menjadi potensi di tahun 2026 untuk Gapeka-nya ya,” jelas dia.