Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi. Foto: Dok. PBSITunggal putri Indonesia Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi memastikan tiket ke babak utama turnamen bulu tangkis Korea Open 2026 usai memenangi laga kualifikasi sengit di Jinnam Gymnasium, Yeosu, Selasa (3/11). Dikutip dari laporan Djarum Badminton, pemain muda tersebut menundukkan wakil tuan rumah Kim Ga Ram melalui pertarungan tiga gim berdurasi 59 menit dengan skor 25-23, 18-21, dan 21-9.Perjuangan Sengit Menghadapi Postur LawanDhinda mengakui bahwa postur jangkung Kim Ga Ram memberikan keuntungan tersendiri bagi lawan dalam melancarkan smes tajam dari area belakang lapangan. Situasi tersebut memaksa Dhinda memutar strategi dengan memperbanyak variasi pukulan rendah demi meredam agresivitas serangan lawan sejak awal permainan.Kendati sempat kesulitan menyeimbangkan tempo karena kecepatan pukulan belum optimal, Dhinda berhasil membalikkan momentum kritis pada akhir gim pertama. “Setelah dia dapat game point, saya melihat gerakannya melambat jadi saya berusaha untuk tahan dan malah bisa balik unggul,” tutur Dhinda mengenai perjuangannya mencuri gim pembuka.Evaluasi Pola Permainan dan StaminaMemasuki gim kedua, perlawanan sengit kembali tersaji saat Kim Ga Ram berinisiatif menaikkan intensitas serangan secara mendadak. Dhinda mengaku sempat kewalahan menghadapi dorongan bola jauh ke garis belakang yang membuat posisinya menjadi tidak menguntungkan.“Di gim kedua dia coba mempercepat tempo dan saya kurang siap antisipasinya. Dia juga mengubah dengan kasih bola yang jauh ke belakang dan itu membuat saya tidak nyaman,” ungkap Dhinda mengevaluasi kekalahannya pada gim kedua. Kehilangan gim kedua tersebut memaksa laga berlanjut ke babak penentuan.Memasuki gim ketiga, Dhinda memanfaatkan penurunan stamina lawan yang mulai kewalahan meladeni reli panjang. “Saya memanfaatkan kesempatan tersebut dengan tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,” ujarnya menambahkan faktor kunci kemenangannya dengan margin skor cukup telak.Misi Balas Dendam pada Babak UtamaTiket babak utama menuntut kesiapan lebih matang mengingat Dhinda masih menemukan beberapa kekurangan teknis dalam permainannya. Atlet pelatnas ini menyoroti akurasi pengembalian bola dan pukulan lambung yang beberapa kali keluar garis lapangan secara cuma-cuma.Pada babak 32 besar yang bergulir Rabu (4/11), Dhinda dijadwalkan menantang pemain tangguh Taiwan Chiu Pin-Chian. Pertemuan ini sekaligus menjadi panggung revans bagi Dhinda yang sempat menelan kekalahan dari lawan yang sama di turnamen Korea Masters tahun lalu.Dhinda menyadari bahwa Chiu memiliki jam terbang dan kestabilan permainan tingkat tinggi di panggung internasional. “Saya juga mau balas kekalahan di Korea Masters tahun lalu,” pungkasnya seraya menegaskan tekadnya untuk tampil dengan kesiapan mental penuh.