Pemain Polandia di Milklife Superliga Junior Kudus. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanBulu tangkis di Polandia punya ceritanya sendiri. Berambisi mencetak bibit-bibit pebulu tangkis demi meraih prestasi di level tertinggi, Polandia harus menghadapi tantangan yang jauh berbeda jika dibandingkan dengan Indonesia.Di Polandia, tidak banyak anak-anak yang bercita-cita menjadi pebulu tangkis profesional. Olahraga tepok bulu ini bukanlah pilihan utama di negeri tersebut.Pelatih tim bulu tangkis junior Polandia, Pawel Pradzinski, mengungkapkan bahwa popularitas bulu tangkis di negaranya tak sebesar di Indonesia."Di Indonesia, kalau ada anak berbakat, semua ingin bermain bulu tangkis dan bercita-cita jadi bintang besar di masa depan. Sedangkan di Polandia, tidak mudah menemukan anak-anak yang memiliki semangat olahraga, ambisi, dan membangun karier di bulu tangkis," kata Pawel kepada kumparan, Selasa (3/11).Pawel menjelaskan, bulu tangkis sebenarnya cukup populer di Polandia. Hanya saja, mereka kekurangan wadah dan pemain yang mampu bersaing di level tertinggi."Sepak bola dan bola voli adalah olahraga nomor satu di Polandia. Sulit bagi kami menemukan pemain bertalenta, dan kami tidak punya banyak pelatih atau klub bulu tangkis. Itulah mengapa kami datang ke sini (MilkLife Superliga Junior 2026) untuk belajar hal baru," terangnya.Meski demikian, Polandia bukan tanpa sejarah manis di dunia bulu tangkis. Sekitar satu dekade lalu, negeri di Eropa Tengah ini pernah merajai panggung internasional lewat pasangan ganda campuran legendaris Robert Mateusiak/Nadieżda Kostiuczyk yang sempat menduduki peringkat satu dunia. Mereka juga punya Przemysław Wacha yang pernah bertengger di peringkat delapan dunia.Pemain Polandia di Milklife Superliga Junior Kudus. Foto: Vega Maarijil Ula/kumparanSetelah sempat vakum melahirkan pemain top selama 8 hingga 10 tahun, Pawel menyebut kini generasi baru Polandia mulai bermunculan."Sekarang kami punya generasi baru yang bagus. Ada Mateusz Golas di kategori junior dan Wiktoria Kaletka yang jadi nomor satu di Kejuaraan Eropa U-15. Kami sedang menemukan jalan baru untuk masa depan," jelasnya.Menghadapi persaingan di MilkLife Superliga Junior 2026 di Kudus, Jawa Tengah, skuad Polandia tak memasang target muluk-muluk. Bagi Pawel, fokus utama timnya adalah menyerap ilmu sebanyak-banyaknya."Target paling penting adalah belajar. Melihat bagaimana para pemain di sini bertanding dan seberapa keras mereka berlatih sehari-hari. Ini sangat penting untuk mengubah mentalitas pemain kami," tambah Pawel.Bagi Pawel pribadi, ini adalah pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di Indonesia, meski tim Polandia sudah pernah tampil di ajang yang sama tahun lalu. Ia pun terkesan dengan atmosfer bulu tangkis di Tanah Air dan kualitas penyelenggaraan turnamen."Di Asia, kecepatan permainannya tidak sama seperti di Eropa. Jadi ini tantangan besar untuk tim saya. Namun, organisasinya luar biasa, terasa seperti turnamen Super Series 500. Dari turnamen seperti ini, bukan tidak mungkin lahir para pemenang medali Olimpiade di masa depan," pungkasnya.