Panduan Berburu Motor Jadul Bekas, Jangan Cuma dari Tampilan Mulus

Wait 5 sec.

Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMemburu motor jadul bekas punya tantangan tersendiri dibandingkan membeli kendaraan yang usianya lebih muda. Selain mencari model incaran, calon pembeli juga perlu memastikan kondisi mesin, keaslian komponen, ketersediaan suku cadang, hingga kelengkapan dokumen motor.Totok, pemilik Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan, mengatakan bahwa sekitar 215 unit motor tua di tempatnya memiliki kondisi yang beragam. Ada unit layak jalan dengan sejumlah kekurangan, tetapi ada pula motor tidak layak jalan sehingga butuh restorasi.Calon pembeli sebaiknya tidak terburu-buru menentukan pilihan hanya karena tertarik dengan model atau tampilan motor. Ada beberapa hal yang perlu diperiksa agar kendaraan yang dibeli sesuai dengan harapan dan tidak menimbulkan kendala di kemudian hari.Berikut beberapa hal yang bisa dilakukan saat memburu motor-motor lawas.Motor Zundapp di Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan1. Periksa kondisi mesin dan komponenKondisi mesin menjadi salah satu hal utama yang perlu diperhatikan. Calon pembeli sebaiknya memastikan mesin dapat berfungsi dengan baik dan memeriksa komponen pendukungnya, terutama pada motor yang sudah berusia puluhan tahun.Totok mengatakan, setiap merek motor memiliki komponen yang perlu mendapat perhatian. Pada motor Suzuki, misalnya, bagian yang kerap rusak adalah sistem pengapian. Sementara itu, motor Yamaha memiliki komponen karburator yang sering bermasalah."Honda yang paling sering penyakitnya di mesin, kayak piston dan kampas kopling. Alhamdullilah punya stoknya, jadi bisa saya siapin sebelum dijual karena tanggung jawab. Kalau sudah tidak layak harus diganti," katanya.Deretan motor Yamaha lawas di Galeri Motor Jadul di Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan2. Perhatikan keaslian dan riwayat restorasiSelain mesin, keaslian komponen juga perlu menjadi pertimbangan. Motor yang sudah direstorasi belum tentu menjadi pilihan terbaik bagi semua orang, terutama bagi kolektor yang mengincar kondisi orisinal.Totok mengatakan, sebagian pembeli justru menyukai motor dengan kondisi apa adanya karena memiliki nilai nostalgia. Mereka biasanya hanya ingin membersihkan atau memoles motor tanpa mengubah tampilan aslinya."Motor yang paling tua belum tentu jadi mahal, tergantung motornya. Ada yang beli mau kondisi apa adanya, anak muda maunya yang catnya mulus. Contohnya Honda C70 saya restorasi laku Rp 15,5 juta, kalau nggak direstorasi paling laku Rp 8 juta sampai Rp 10 juta," terangnya.Koleksi motor lawas dari berbagai merek di Galeri Motor Jadul, Pondok Cabe, Tangerang Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan3. Pastikan suku cadang masih tersediaKetersediaan suku cadang juga tidak kalah penting, terutama jika motor akan digunakan secara rutin. Sebab, beberapa komponen motor lawas sudah lebih sulit ditemukan dan proses pencariannya bisa memakan waktu.Totok mencontohkan sejumlah komponen Yamaha V80, seperti cuk dan keran bensin, yang terkadang perlu dicari melalui jaringan penjual di luar daerah. Bahkan, proses mengumpulkan suku cadang tertentu bisa membutuhkan waktu hingga satu bulan."Ngomongin spare part di Jakarta sudah susah, tepong Honda C70, Yamaha V75 dan V80, sama Suzuki RC itu mungkin di sini nggak ada. Honda CB 100 saja sudah susah, harus nyari di Jawa, mayoritas barang datang dari sana," ujarnya.Honda CB 450. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan4. Periksa kelengkapan dan kesesuaian surat-suratKelengkapan dokumen menjadi hal penting lainnya, terutama jika motor akan digunakan di jalan raya. Calon pembeli perlu memastikan STNK dan BPKB tersedia serta data kendaraan sesuai dengan nomor rangka dan nomor mesin.Pemeriksaan tersebut diperlukan untuk menghindari dokumen yang tidak sesuai dengan kendaraan sebenarnya, misalnya karena pergantian mesin atau penggunaan surat kendaraan lain. Motor yang tidak memiliki dokumen lengkap juga berpotensi menyulitkan pemilik ketika hendak mengurus administrasi kendaraan."Mayoritas di sini 90 persen suratnya lengkap, ada mungkin yang cuma STNK atau BPKB. Beberapa motor itu memang ya di mana-mana nggak ada suratnya, kayak CB 450. Kelihatannya itu dulu nggak masuk Indonesia, bisa masuk mungkin karena orang atas atau orang-orang kaya zaman dulu,” jelasnya.Berburu motor jadul bekas membutuhkan ketelitian karena setiap unit memiliki kondisi dan karakter yang berbeda. Calon pembeli tidak cukup hanya terpikat pada modelnya, tetapi juga perlu memastikan kondisi dan kelayakan motor sebelum membeli.