Real Madrid Kalahkan AEK Athens Meski Taktik Jose Mourinho Nyaris Petaka

Wait 5 sec.

Federico Valverde, gelandang Real Madrid. Foto: REUTERS/Susana VeraFederico Valverde menyelamatkan Real Madrid dari ancaman hasil buruk di Yunani usai menundukkan tuan rumah AEK Athens dengan skor 3-2 pada pertandingan fase liga Liga Champions di Stadion Agia Sofia. Kemenangan tandang yang diraih dengan susah payah ini sempat terancam oleh serangkaian keputusan taktikal berisiko dari sang pelatih Jose Mourinho.Dikutip dari laporan Goal, tambahan tiga poin ini memperpanjang tren positif Real Madrid menjadi tujuh kemenangan beruntun di semua kompetisi. Raihan sempurna 12 poin dari empat laga menempatkan raksasa Spanyol tersebut di peringkat kedua klasemen, sekaligus mencatatkan sejarah baru sebagai klub Spanyol pertama yang menyapu bersih empat laga awal format baru Liga Champions.Keputusan Memaksakan Vinicius Junior dan Dampaknya pada Lini SerangJose Mourinho mengambil langkah berisiko dengan mengembalikan penyerang sayap Vinicius Junior ke susunan pemain inti pada sisi kiri serangan. Keputusan tersebut secara otomatis menggeser penyerang asal Pantai Gading Yan Diomande ke sisi sayap kanan, kendati performanya sedang menanjak tajam di posisi aslinya. Komposisi darurat ini justru membuat ketajaman serangan Madrid meredup karena kedua pemain sayap tersebut tidak mampu mengeluarkan potensi terbaik mereka.Pelatih asal Portugal tersebut kemudian menuai sorotan tajam setelah bersikukuh mempertahankan Vinicius di atas lapangan jauh lebih lama. Ketika kebuntuan lini depan mendesak untuk diselesaikan, Mourinho justru menarik keluar Diomande dan memasukkan Endrick ke sayap kanan. Padahal, pergantian langsung antara Endrick dan Vinicius diyakini dapat mengembalikan Diomande ke pos favoritnya demi memulihkan ancaman dari kedua sayap secara bersamaan.Perombakan Total Lini Belakang Mengulang Memori Kelam PertahananKerapuhan taktik tim tamu tidak hanya terjadi di sektor depan, melainkan juga merambah ke organisasi lini pertahanan. Mourinho secara mengejutkan mengganti tiga dari empat pemain belakang yang sebelumnya tampil sejak menit awal pada pertandingan domestik melawan Racing. Rotasi ekstrem tersebut menempatkan Denzel Dumfries di bek kanan menggantikan Trent Alexander-Arnold sejak menit pertama.Keputusan paling berisiko tampak nyata ketika duet bek tengah Dean Huijsen dan Ibrahima Konate ditepikan demi memasang Eder Militao bersama Antonio Rudiger. Penampilan duet Militao dan Rudiger kembali menghidupkan memori kelam para penggemar atas rentetan blunder fatal yang sempat merugikan tim pada periode sebelumnya. Koordinasi pertahanan yang rapuh ini membuat gawang Madrid nyaris kebobolan lebih banyak gol sepanjang pertandingan berlangsung.Absennya Arda Guler Mengacaukan Keseimbangan Lini SentralKetiadaan gelandang muda Arda Guler yang sengaja diistirahatkan menjadi masalah krusial lain yang merusak stabilitas permainan Real Madrid. Tanpa kehadiran sang gelandang berbakat, skuad ibu kota Spanyol tampak kehilangan sosok penghubung antarlini dan pengontrol ritme permainan. Los Blancos pun kerap kehilangan keseimbangan dalam transisi permainan pada momen-momen genting di kandang lawan.Pemain bintang Bernardo Silva yang diharapkan mampu mengisi kekosongan peran pengatur ritme tersebut ternyata gagal memperlihatkan kontribusi terbaiknya di atas rumput. Penampilan sang gelandang Portugal yang kurang bertenaga ini memunculkan keraguan besar mengenai kesiapan dirinya untuk memikul beban serupa pada laga mendatang. Evaluasi taktik secara menyeluruh kini menjadi pekerjaan rumah mendesak bagi Mourinho agar timnya tidak kembali tergelincir pada laga-laga berikutnya.