Program Perbaikan Fuso Canter, Baru 4.000 dari 111 Ribu Unit yang Sudah Ditangani

Wait 5 sec.

Fuso Canter edisi 60 tahun yang dijual terbatas 60 unit mejeng di GIIAS 2023. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanProgram recall Mitsubishi Fuso Canter Euro 4 masih terus berlangsung melalui jaringan diler resmi. Hingga kini, sekitar 4 ribu unit truk telah menjalani penggantian komponen brake light switch dari total 111.195 unit yang masuk dalam program tersebut.Sales & Marketing Director PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB), Aji Jaya, menjelaskan bahwa proses recall ini merupakan bagian untuk meningkatkan kualitas dan kinerja komponen, dengan menggantinya menggunakan suku cadang baru yang memiliki performa lebih baik.“Penggantian ini kami lakukan secara gratis sebagai bentuk tanggung jawab kami sebagai produsen kendaraan untuk menjaga kualitas. Hampir tiga minggu sejak kami umumkan, saat ini hampir masuk 4 ribu unit yang melakukan penggantian," buka Aji saat ditemui di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (4/11).Komponen Relay Subharness and Brake Light Switch lama (atas) dan baru (bawah) Mitsubishi Fuso Canter Euro 4. Foto: dok. KTB FusoEstimasi waktu yang dibutuhkan untuk penggantian komponen sekitar satu jam. Aji menambahkan, proses recall masih dilakukan secara bertahap karena jumlah kendaraan yang masuk dalam program tersebut cukup banyak.Adapun, program ini mencakup Fuso Canter Euro 4 yang diproduksi pada 1 April 2022 hingga 30 Mei 2026. Sejak dimulai pada 24 September 2026, KTB telah menyiapkan 204 diler resmi, 19 bengkel siaga 24 jam, lima Service Point, dan tiga Fuso Service Center untuk melayani pemilik kendaraan yang terdampak.Mitsubishi Fuso Fighter Euro 4. Foto: Muhammad Ikbal/kumparanSebelumnya, perusahaan menegaskan bahwa masalah pada komponen tersebut tidak memengaruhi kinerja sistem pengereman kendaraan secara keseluruhan. Namun, jika tidak segera ditangani, kerusakan berpotensi menyebabkan lampu rem tidak menyala sehingga dapat mengurangi aspek keselamatan bagi pengguna jalan lain.Aji mengatakan, proses penggantian komponen tersebut perlu menyesuaikan jadwal operasional pelanggan. Alasannya karena sebagian besar kendaraan niaga itu digunakan hingga 24 jam penuh dalam satu hari."Mobilnya beroperasi 24 jam sehari, otomatis mencari waktu untuk penggantian itu harus tepat supaya tidak mengganggu operasional. Jadi, konsumen kami persilahkan untuk datang ke bengkel kapan pun melalui perjanjian atau datang langsung ke bengkel juga bisa," tutup Aji.