Dewa United Gelar Elite Pro Championship, Jaring Talenta Basket Muda

Wait 5 sec.

Dewa United menggelar Elite Pro Championship 2026. Foto: Dok. Dewa UnitedDewa United menggelar Elite Pro Championship (EPC) untuk musim ketiga. Kompetisi antarklub kategori Men’s U-21 ini kembali menjadikan Dewa United Arena, Tangerang, sebagai venue utama dengan menghadirkan 10 tim dari lima provinsi di Indonesia.Jumlah peserta EPC mengalami pertumbuhan sejak pertama kali digelar pada 2024. Pada musim perdana, EPC diikuti empat tim, kemudian bertambah menjadi enam peserta pada 2025. Memasuki musim ketiganya pada 2026, sebanyak 10 tim akan ambil bagian dalam kompetisi yang menjadi salah satu wadah pengembangan pemain muda menuju level profesional.Sepuluh tim tersebut adalah Dewa United Elite, MVP Basketball, dan IBC (Immortal Basketball Club) dari Banten; Go Jakarta Basketball, Cakra Sakti Basketball, dan Hangtuah Jakarta dari DKI Jakarta; Bhinneka Solo dan Satya Wacana Buzzer dari Jawa Tengah; BBM CLS Knights dari Jawa Timur; serta Spartans Dream City dari Kalimantan Selatan.Perwakilan Dewa United Basketball Club selaku penyelenggara EPC, Ridi Djajakusuma, mengatakan keberadaan EPC sejak awal diarahkan untuk memberikan ruang kompetisi yang lebih variatif dan kompetitif bagi pemain muda Indonesia.“Bagi kami, EPC bukan hanya tentang pertandingan atau mencari siapa yang menjadi juara. Yang lebih penting adalah bagaimana kompetisi ini memberikan pengalaman kepada pemain-pemain muda untuk berkembang, menghadapi tekanan pertandingan, dan mempersiapkan diri sebelum mereka masuk ke level profesional,” ujar Ridi.“Musim pertama kami memulai dengan empat tim, kemudian enam tim di musim kedua, dan sekarang menjadi 10 tim dari lima provinsi. Ini tentu menjadi sesuatu yang patut kami syukuri. Artinya, semakin banyak klub yang melihat pentingnya memberikan pengalaman kompetitif kepada pemain muda,” lanjutnya.Sejumlah suporter Dewa United. Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTORidi juga menilai pertandingan menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda.“Mereka membutuhkan pertandingan, bukan hanya latihan. Dari pertandingan, mereka belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi tekanan, bermain sebagai tim, dan memahami apa yang dibutuhkan untuk bermain di level yang lebih tinggi,” katanya.Peningkatan jumlah peserta juga menjadi tantangan tersendiri bagi penyelenggara untuk menjaga kualitas kompetisi pada musim ini.“Tahun ini kami memiliki 10 tim dari lima provinsi. Ini menjadi tantangan sekaligus kebanggaan bagi kami sebagai penyelenggara. Kami ingin memastikan setiap tim mendapatkan pengalaman kompetisi yang baik dan seluruh pertandingan berjalan dengan standar yang telah kami tetapkan,” ujar Ridi.EPC 2026 akan berlangsung mulai 4 November hingga 2 Desember 2026 di Dewa United Arena dengan total 58 pertandingan dalam 22 hari pertandingan. Setiap tim dapat mendaftarkan maksimal 17 pemain, sementara seluruh pertandingan EPC 2026 menggunakan FIBA Official Basketball Rules 2024 sebagai acuan pertandingan.Kompetisi EPC 2026 akan diawali dengan fase regular season menggunakan format half round robin, di mana seluruh tim peserta akan saling berhadapan satu kali. Delapan tim terbaik dari fase ini berhak melaju ke babak playoffs untuk memperebutkan gelar juara.