Menteri Sakti Sebut Pembangunan KNMP Ciwaru Tak Bagus, Kontraktor Akan Dikoreksi

Wait 5 sec.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di KNMP Ciwaru, Rabu (4/11/2026). Dok. kumparanMenteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono menyoroti kondisi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Ia menilai pekerjaan kontraktor yang melaksanakan pembangunan KNMP tersebut tidak bagus.Hal itu disampaikan Sakti dalam acara puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan 2026 di KNMP Ciwaru, Rabu (4/11). Ia mengaku telah meminta Sekretaris Jenderal KKP untuk memanggil kontraktor guna mengoreksi hasil pekerjaannya."Sebetulnya kontraktornya enggak bagus ini. Tadi saya minta sama Pak Sekjen, saya minta kontraktornya dipanggil dan saya minta dikoreksi. Kontraktornya nggak bagus. Jadi setelah ini saya minta pak Sekjen, ada Kepala Satuan Tugas Operasional Pak Victor Manoppo. Saya minta semua dikoreksi dan diperbaiki supaya menjadi indah, jangan berlepotan seperti ini, ini berlepotan" tegasnya.Kegiatan puncak Bulan Bakti Kelautan dan Perikanan, dihadiri sejumlah pejabat KKP, Anggota DPR RI Slamet, Bupati Sukabumi Asep Japar, para nelayan, serta tamu undangan lainnya.Dalam sesi tanya jawab, sejumlah nelayan menyampaikan kebutuhan fasilitas tambahan di KNMP Ciwaru. Mereka mempertanyakan ketersediaan tangga untuk memudahkan proses pengangkutan ikan dari perahu ke area KNMP, serta atap yang dapat menaungi area datangnya ikan.Menanggapi hal tersebut, Sakti kembali menegaskan agar kebutuhan fasilitas tersebut segera ditindaklanjuti, termasuk pembenahan atap dan tangga."Segera ditindaklanjuti, atap dan tangga," ujarnya.Menurut Sakti, pembangunan KNMP merupakan upaya pemerintah meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui penyediaan sarana dan prasarana perikanan.Ia menyebutkan, saat ini sebanyak 100 titik KNMP telah terbangun di Indonesia. Sementara itu, pembangunan 1.269 titik lainnya masih dalam proses penyelesaian konstruksi.Sakti menargetkan seluruh pembangunan tersebut rampung pada Mei 2027 dan mulai beroperasi secara keseluruhan pada Juli 2027. Dengan demikian, jumlah Kampung Nelayan Merah Putih yang beroperasi ditargetkan mencapai 1.369 titik.Setelah seluruhnya beroperasi, KKP akan melakukan evaluasi terhadap setiap KNMP. Evaluasi tersebut mencakup jumlah transaksi, pendapatan, produksi per periode, hingga peningkatan kesejahteraan nelayan."Ini yang menjadi evaluasi kita yang ada di pemerintah pusat terhadap seluruh kegiatan yang ada di Kampung Nelayan Merah Putih," kata Sakti.Mesin Ekonomi BaruMenteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono di KNMP Ciwaru, Rabu (4/11/2026). Dok. kumparanSementara itu, Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Pung Nugroho Saksono, menyatakan KNMP Ciwaru, Sukabumi, dibangun pada 2025 dan kini sudah beroperasi.Dia menambahkan, KNMP Ciwaru berdiri di atas lahan seluas 2.200 meter persegi.Menurutnya, terdapat 416 nelayan di KNMP Ciwaru dengan jumlah 284 kapal. Produksi perikanan di KNMP Ciwaru telah mencapai 150 ton dengan nilai ekonomi sekitar Rp 1,5 miliar."Keberadaan KNMP ini sebagai mesin ekonomi baru di wilayah ini," ujarnya.Dia menjelaskan, puncak Bulan Bakti Kementerian Kelautan dan Perikanan dilaksanakan melalui berbagai rangkaian kegiatan secara serentak di 27 lokasi KNMP lainnya yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.Rangkaian kegiatan tersebut meliputi pemberian bantuan dan bakti sosial bagi masyarakat."Pemberian bantuan terdiri dari penyaluran sembako, asuransi nelayan, bibit ikan untuk restocking, sarana pengolahan ikan, sarana pengawasan, sertifikasi mutu, serta penanaman bibit mangrove dan bersih pantai," ujarnya.Sementara itu, kegiatan bakti sosial meliputi program PSDKP Mengajar, pemberian vaksin influenza, pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, serta bazar produk perikanan.Selain itu, KKP juga menyelenggarakan pelatihan bagi nelayan, gerai mutu produk perikanan, serta gerai perizinan PKKPR.