Pengangguran RI Turun Jadi 7,38 Juta Orang per Agustus 2026

Wait 5 sec.

Kepadatan penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line rute Green Line menuju Tanah Abang terjadi di Stasiun Pondok Ranji, Ciputat, Tangerang Selatan, Senin (12/10/2026) pagi. Foto: Iqbal Firdaus/kumparanBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Indonesia per Agustus 2026 mengalami penurunan. TPT tercatat berada di level 4,75 persen, lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.Secara jumlah, total pengangguran per Agustus 2026 mencapai 7,384 juta orang. Angka ini mengalami penurunan jika dibandingkan dengan Agustus 2025 yang mencatatkan jumlah pengangguran sebanyak 7,46 juta orang."Terdapat sebanyak 7,38 juta penganggur atau setara dengan Tingkat Pengangguran Terbuka sebesar 4,75 persen. Angka ini lebih rendah jika dibandingkan dengan posisi bulan Agustus tahun 2025," ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Kamis, (5/11).Berdasarkan wilayah pemukiman, penurunan TPT terjadi baik di area perkotaan maupun pedesaan. Angka TPT di wilayah perkotaan turun dari 5,75 persen pada Agustus 2025 menjadi 5,53 persen pada Agustus 2026. Sementara untuk wilayah pedesaan, TPT melandai tipis dari 3,47 persen menjadi 3,45 persen.Jika dirinci menurut jenis kelamin, angka TPT penduduk laki-laki tercatat sebesar 4,64 persen, turun dibandingkan Agustus 2025 yang sebesar 4,85 persen. Sebaliknya, TPT penduduk perempuan justru mengalami kenaikan menjadi 4,93 persen dari sebelumnya 4,84 persen."Penurunan TPT pada Agustus 2026 dibandingkan Agustus 2025 didorong oleh penurunan pengangguran pada penduduk laki-laki, sedangkan TPT perempuan mengalami sedikit peningkatan," kata Edy.Dari sisi struktur ketenagakerjaan per Agustus 2026, jumlah penduduk usia kerja di Indonesia mencapai 290,912 juta orang. Dari total tersebut, sebanyak 155,370 juta orang merupakan angkatan kerja, dengan rincian 147,986 juta orang sudah bekerja dan 7,384 juta orang belum bekerja atau menganggur.Untuk kategori penduduk yang bekerja, BPS mencatat sebanyak 99,847 juta orang merupakan pekerja penuh (naik 1,200 juta orang), 35,295 juta orang pekerja paruh waktu (turun 1,001 juta orang), serta 12,844 juta orang pekerja setengah pengangguran (naik 1,244 juta orang).Sepanjang periode Agustus 2025 hingga Agustus 2026, pasar kerja nasional tercatat berhasil menyerap tambahan tenaga kerja sebanyak 1,433 juta orang.