Elon Musk Batasi Penggunaan Grok Bot Gegara Biaya Operasional Tinggi, tapi Gak Cuan

Wait 5 sec.

Ilustrasi Grok AI milik Elon Musk. Foto: JRdes/ShutterstockSejumlah pengguna Grok Bot mengaku tiba-tiba mengalami limit pemakaian Grok Bot selama akhir pekan Halloween. Padahal, sebagian dari mereka baru beberapa kali saja menggunakan layanan AI (artificial intelligence) tersebut.Beberapa pengguna melaporkan kejadian itu di media sosial X. Mereka mengaku kuota penggunaan Grok Bot melonjak drastis, bahkan ada yang naik dari 50 persen menjadi 100 persen padahal belum digunakan lagi. CEO SpaceX, Elon Musk, mengonfirmasi melalui unggahan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan teknis atau bug.Biaya untuk menyediakan layanan Grok Bot terlalu tinggi dan tidak berkelanjutan jika dibandingkan dengan pendapatan yang dihasilkan." - Elon Musk, saat balas komentar netizen di media sosial X -Musk belum membahas lebih lanjut persoalan tersebut di akun resminya di X. Namun, ia tetap mempromosikan kemampuan Grok Bot, termasuk untuk membantu pengguna membeli hadiah bagi keluarga mereka.Grok Bot selama ini diposisikan sebagai salah satu kisah sukses SpaceX setelah perusahaan melantai di bursa saham. Dalam dokumen yang diajukan bulan lalu, SpaceX menyebut bisnis AI kini menyumbang 52 persen dari total pendapatan perusahaan.Divisi yang sebelumnya berganti nama menjadi "Super Intelligence" itu bahkan berhasil mencatatkan keuntungan sebesar 431 juta dolar AS. Pencapaian ini terbilang jarang terjadi di industri AI yang masih diwarnai tingginya biaya pengembangan dan operasional.Keuntungan ini sebenarnya bisa lebih besar jika perusahaan tidak mengeluarkan biaya satu kali sebesar 1,2 miliar dolar AS terkait akuisisi Cursor. Musk sebelumnya juga pernah menyebut Grok Bot sebagai produk dengan pertumbuhan tercepat yang pernah ia lihat sepanjang hidupnya.Kendati begitu, hingga kini Musk belum menjelaskan bagaimana perubahan batas penggunaan Grok Bot akan memengaruhi para pelanggan berlangganan ke depannya.