Ilustrasi water bombing. Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOHelikopter MI-17V5 milik TNI Angkatan Darat (TNI AD) dengan nomor registrasi HA-5235 jatuh saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).Dalam insiden tersebut, satu kru dilaporkan meninggal dunia, lima orang selamat, sementara dua personel lainnya masih dalam proses pencarian dan evakuasi."Hingga saat ini, satu orang kru heli ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan jenazahnya sudah dievakuasi ke RS Kuala Pembuang. Lima orang dalam kondisi selamat dan tengah menjalani perawatan di RS yang sama. Sementara dua kru lainnya masih dalam proses evakuasi," kata Kadispenad Brigjen Donny Pramono dalam keterangannya, Rabu (4/11).Kecelakaan helikopter tersebut terjadi sekitar pukul 11.18 WIB. Sebelumnya, helikopter Mi-17V5 lepas landas dari Kuala Pembuang pada pukul 09.55 WIB menuju Telaga Pulang untuk menjalankan misi pemadaman karhutla di wilayah Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).Kecelakaan terjadi ketika helikopter sedang mengambil air laut untuk keperluan water bombing, yakni metode pemadaman api dari udara dengan menjatuhkan air ke titik kebakaran.Donny menyebut kecelakaan tersebut terjadi saat para personel menjalankan tugas operasi pemadaman karhutla. Hingga kini, penyebab jatuhnya helikopter masih dalam proses penyelidikan.Dilansir Antara, terdapat delapan personel di dalam helikopter tersebut. Pihak TNI belum mengungkap identitas personel yang meninggal dunia. Berikut 8 personel tersebut:1. Mayor Cpn Dudi2. Kapten Cpn Febri3. Lettu Cpn Hafiz4. Kapten Cpn Suganda5. Lettu Cpn Fercis6. Pratu Gilang7. Serda Sardi8. Serka Kadiya