Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Wamenko Perekonomian Dradjad Hari Wibowo, dan Sesmenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan paparan pertumbuhan ekonomi triwulan III-2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026). Foto: Dhemas Reviyanto/ANTARA FOTOMenko Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan kebijakan rekening gratis dengan saldo Rp 50.000 akan diluncurkan sebelum akhir tahun 2026.Rekening gratis merupakan salah satu paket stimulus ekonomi kuartal IV 2026 untuk momentum Natal dan Tahun Baru (Nataru). Target penerimanya sebanyak 25,16 juta penduduk."Kemudian juga pemerintah terus mendorong stimulus di akhir tahun salah satu adalah pembukaan rekening baru dengan saldo awal Rp 50.000 ini targetnya 25,16 juta penduduk dewasa," ungkap Airlangga saat konferensi pers, Kamis (5/11).Saat ditanya kapan rincian waktu peluncurannya, Airlangga hanya menyebutkan bahwa pemerintah masih menggodok payung hukumnya dalam dua bulan mendatang. Namun, dia menjamin masih tetap dilaksanakan pada tahun ini."Rekening gratis masih dalam pematangan dalam dua bulan ini akan direalisasikan. Masih dalam pembahasan, harmonisasi data dan regulasi," tandasnya.Program satu orang satu rekening yang akan dijalankan pada kuartal IV 2026 membutuhkan anggaran Rp 1,28 triliun. Sementara stimulus kuartal IV 2026 lainnya berupa bantuan pangan beras 10 kg per bulan untuk 33,24 juta KPM dengan dana Rp 17,54 triliun.Lalu, bantuan subsidi upah (BSU) Rp 300.000 untuk 3 bulan sekaligus nanti di November-Desember kepada 13,3 juta pekerja dengan total anggaran Rp 11,97 triliun, serta diskon 30 persen tiket transportasi laut, serta program PPN Ditanggung Pemerintah untuk transportasi udara di dalam negeri yang sudah berjalan sejak pertengahan tahun.Sebelumnya, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat sekitar 25 juta penduduk Indonesia berusia 17 tahun ke atas belum memiliki rekening perbankan. LPS menyatakan akan mendukung rencana pemerintah untuk memperluas kepemilikan rekening masyarakat melalui program satu orang satu rekening.Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu mengatakan, perluasan kepemilikan rekening tersebut akan didukung melalui program literasi dan edukasi keuangan yang selama ini dijalankan bersama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) lainnya.“Kami mencatat jumlah penduduk yang belum memiliki rekening usia 17 tahun ke atas adalah sekitar 25 juta,” kata Anggito dalam konferensi pers KSSK di Gedung Bank Indonesia, Selasa (3/11).