Kapolres Bandara Ngurah Rai AKBP I Made Hendra Agustina saat konferensi pers di Polres Bandara Ngurah Rai, Bali Kamis (5/11/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparanDua warga negara China berinisial LJ (31) dan LZ (28) ditangkap polisi setelah diduga mencuri uang milik seorang warga negara (WN) Australia berinisial JAPB (22) di dalam pesawat.Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (1/11) dalam penerbangan rute Cengkareng-Denpasar.Kapolres Kawasan Bandara I Gusti Ngurah Rai, AKBP I Made Hendra Agustina, mengatakan kedua pelaku diduga sengaja memesan tiket penerbangan untuk mencari sasaran pencurian."Pelaku memanfaatkan momen saat korban pindah duduk ke belakang, lalu menggeledah tas ransel korban di kompartemen atas. Uang tunai dicuri dan disembunyikan di balik jaket hitam untuk mengelabui penumpang lain," jelas Hendra dalam konferensi pers di Mapolres Bandara Ngurah Rai, Kamis (05/11).Menurut Hendra, berdasarkan rekaman video yang diperoleh polisi, barang yang diambil berada di kompartemen atas tempat duduk pelaku, sedangkan korban berada di bagian belakang.Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, kedua pelaku turun lebih awal dan hanya membawa tas hitam milik mereka."Ini kita juga masih perlu pendalaman karena pelakunya berdua dengan tempat duduk yang berbeda. Apakah memang ini dari awal memang direncanakan oleh pelaku, karena untuk mendapatkan tempat duduk yang berbeda, harus check in di waktu yang berbeda," ungkapnya.Kapolres Bandara Ngurah Rai AKBP I Made Hendra Agustina saat konferensi pers di Polres Bandara Ngurah Rai, Bali Kamis (5/11/2026). Foto: Sandra Gisela/kumparanHendra mengatakan, kedua pelaku diringkus di sebuah hotel yang terletak di Kuta. Polisi menelusuri jejak kedua pelaku tersebut dari transportasi umum yang digunakan keduanya setelah turun dari pesawat.Penyelidikan dilanjutkan dengan mengumpulkan keterangan korban dan pengemudi taksi yang mengantar kedua pelaku. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak hotel untuk memastikan kamar tempat keduanya menginap."Saat dilakukan pemeriksaan, dari kedua pelaku disita uang tunai sebesar 800 USD yang disimpan di dalam dompet. Saat penangkapan dan penggeledahan, kedua pelaku sempat mengingkari atau tidak mengakui perbuatannya," ujar Hendra.Namun, setelah polisi menunjukkan rekaman video dari telepon genggam salah satu penumpang yang memperlihatkan dugaan aksi pencurian tersebut, keduanya tidak dapat lagi menyangkal.Ilustrasi penumpang pesawat. Foto: MsEmerald/ShutterstockHendra juga mengungkap, kedua pelaku mengaku bahwa aksi pencurian tersebut baru dilakukan satu kali saja. Namun, Polres Bandara tetap melakukan koordinasi dengan Imigrasi Ngurah Rai mengenai perlintasan dari kedua pelaku."Kami menerima beberapa laporan dengan modus yang sama. Jadi tidak menutup kemungkinan memang ada pelaku lain atau pelaku berulang kali melakukan perbuatannya," kata Hendra.Dari pendalaman terhadap kedua pelaku, polisi juga menemukan bahwa mereka sudah sering berlibur ke Bali."Sudah berlangganan," tambah Hendra.Selain uang tunai, polisi juga mengamankan satu buah tas gendong berwarna biru yang diserahkan oleh saksi.Kedua WN China tersebut disangka melanggar Pasal 477 ayat (1) juncto Pasal 20 KUHP. Ancaman hukumannya berupa pidana penjara paling lama tujuh tahun atau denda paling banyak Rp 500 juta.Hendra mengingatkan penumpang pesawat agar lebih berhati-hati dalam menyimpan barang berharga selama penerbangan. Menurutnya, situasi di dalam pesawat tidak selalu dapat diprediksi sehingga penumpang perlu memastikan barang pribadi tetap dalam pengawasan.Ia mengimbau agar uang tunai, dokumen penting, dan barang berharga lainnya tidak disimpan di kompartemen bagasi atas.Penumpang disarankan menyimpan barang berharga dalam tas kecil yang dapat diawasi secara langsung, seperti di pangkuan atau di bawah kursi.Selain itu, penumpang juga diminta memperhatikan aktivitas di sekitar tempat duduk, terutama ketika ada orang yang memindahkan barang dari kompartemen bagasi kabin."Karena kita tidak pernah tahu. Ketika berada di atas pesawat atau dalam penerbangan bagaimana situasinya, kita tidak pernah tahu. Yang pasti kejadian itu ada," pungkas Hendra.