Pelajar mengikuti sesi pelatihan dalam rangkaian EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar. Melalui program ini, Telkom mendorong peserta untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI secara kreatif dan produktif, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesejahteraan emosional dalam menghadapi dinamika dunia digital. Foto: Dok. TelkomDalam mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di sektor pendidikan, Telkom menghadirkan program BISA melalui PandAI dengan program BISA Vokasi. Inisiatif ini dimulai di Kota Makassar melalui kegiatan EduMind Wellbeing & AI Camp yang melibatkan 350 peserta, terdiri dari lebih dari 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK.Program ini hadir untuk menjawab perkembangan pesat pemanfaatan teknologi AI di Indonesia. Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92 persen.Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, menyampaikan pentingnya pemanfaatan teknologi AI di lingkungan pendidikan yang tetap memperhatikan kesehatan emosional dan mental para pelajar.“Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter. Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan,” jelas Hery.Melalui kegiatan ini, para pelajar diperkenalkan dengan pendekatan yang menempatkan wellbeing sebagai bagian penting dalam pemanfaatan AI secara bijak, kreatif, dan produktif untuk mendukung proses pembelajaran sebagai bagian dari ekosistem pendidikan digital.Selain itu, para guru juga diperkenalkan dengan platform EduMind yang dilengkapi sejumlah fitur, seperti weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system. Fitur tersebut membantu sekolah dalam memantau kondisi psikologis siswa secara berkelanjutan.Telkom gelar mengikuti sesi pelatihan dalam rangkaian EduMind Wellbeing & AI Camp yang diikuti pelajar untuk mengeksplorasi pemanfaatan AI secara kreatif dan produktif, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya kesejahteraan emosional dalam menghadapi dinamika dunia digital. Foto: Dok. TelkomPelaksanaan EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Inisiatif ini juga sejalan dengan kontribusi Telkom terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pilar 4 terkait Pendidikan Berkualitas, dengan membekali pelajar kemampuan untuk beradaptasi di tengah perkembangan teknologi yang semakin dinamis.Melalui kegiatan ini, Telkom meyakini bahwa kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan menjadi bagian penting dalam membangun generasi yang unggul secara digital, tangguh secara mental, dan adaptif dalam menghadapi masa depan.Inisiatif tersebut sekaligus menjadi upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia Indonesia agar semakin berdaya saing global di tengah perkembangan teknologi yang terus berkembang.