Akhir Pelarian Pembunuh Wanita Dalam Kardus

Wait 5 sec.

Pelaku pembunuhan dan pembuangan jasad wanita di Babakan Ciparay saat digiring ke Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/9). Foto: Abisatya Ramdhani/kumparanPolisi menangkap SDS (31), pelaku pembunuhan perempuan berinisial S (41) yang jasadnya ditemukan terbungkus kardus di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung. SDS ditangkap saat hendak kabur ke Palembang.Kasus ini bermula dari penemuan jasad S dalam kardus pada Selasa (1/9). Polisi menduga S tidak meninggal di lokasi penemuan, melainkan mengalami tindak pidana di kawasan Dungus Cariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung.Dari penelusuran polisi, jasad S diketahui sempat dibawa menggunakan jasa angkutan barang. Sopir pikap yang mengangkut kardus tersebut kemudian curiga setelah mencium bau tidak sedap.Berikut rangkaian kasus pembunuhan S hingga pelaku ditangkap polisi:Jasad S Ditemukan dalam KardusTKP penemuan jenazah dibungkus kardus di depan bangunan kosong di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, pada Selasa (1/9/2026). Foto: Dok. IstimewaJasad perempuan berinisial S (41) ditemukan terbungkus kardus di depan bangunan kosong di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Selasa (1/9).Penemuan itu bermula dari laporan masyarakat melalui layanan telepon 110. Warga melaporkan adanya kardus mencurigakan yang diduga berisi jenazah manusia.Petugas Polsek Babakan Ciparay kemudian mendatangi lokasi. Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Bandung juga diterjunkan untuk memastikan isi kardus tersebut."Setelah dibuka, memang didapati jenazah perempuan," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Dedi Supriyadi.Dari pemeriksaan awal, polisi mengidentifikasi korban sebagai S, perempuan berusia 41 tahun.Polisi menduga lokasi penemuan jasad hanya menjadi tempat pembuangan. Sementara tindak pidana terhadap korban diduga terjadi di kawasan Dungus Cariang, Kecamatan Andir."Di Babakan Ciparay hanya lokasi pembuangan saja. Sedangkan mungkin diduga pidananya di wilayah Dungus Cariang," ujar Kanit Reskrim Polsek Babakan Ciparay, Iptu Eka.Polisi juga menemukan sejumlah luka pada tubuh S, salah satunya di bagian kepala. Namun, penyebab kematian belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil autopsi."Mengenai luka memang ada beberapa luka. Tadi juga saya konfirmasi dengan Inafis, memang ada luka di kepala," ungkap Eka."Belum bisa memastikan penyebab kematian dari mana. Nunggu tetap nunggu dari autopsi," katanya.Polisi memperkirakan S telah meninggal lebih dari 24 jam sebelum jasadnya ditemukan. Perkiraan itu salah satunya berdasarkan kondisi jasad yang sudah mengeluarkan bau.Polisi Tangkap SDS Saat Hendak ke PalembangMobil jasa pengangkutan barang yang dipesan pelaku untuk mengantarkan barang saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, Selasa (1/9/2026). Foto: Abisatya/kumparanSetelah menerima laporan dan memeriksa sejumlah saksi, polisi melakukan penyelidikan terhadap orang yang diduga berkaitan dengan pembuangan jasad S.Polisi kemudian mengamankan SDS (31). Ia ditangkap kurang dari enam jam setelah penemuan jasad S, saat dalam perjalanan menuju Palembang."Alhamdulillah tersangka dapat kita amankan kurang dari 6 jam saat perjalanan menuju Kota Palembang," kata Dedi di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9).Dedi mengatakan polisi masih mendalami motif pembunuhan dan rangkaian peristiwa yang menyebabkan S meninggal dunia."Adapun motif ataupun dugaan motif dari pelaku ini nanti akan kita dalami lebih lanjut," ujarnya.SDS kemudian dibawa ke Polrestabes Bandung untuk menjalani pemeriksaan.Pelaku Pesan Jasa Angkutan BarangSebelum ditangkap, SDS meminta jasa pengangkutan barang untuk membawa kardus tersebut.Sopir bernama Tegar mengaku awalnya tidak mengetahui isi barang yang dibawanya. Pelaku mengatakan barang tersebut berisi besi dan pakaian.Namun, ketika kendaraan berjalan, Tegar mulai mencium bau tidak biasa dari bagian belakang kendaraan."Saya mulai kecium bau, saya curiga. Saya makin curiga, saya tanya, saya pastiin lagi bahwa si barang ini apa dalamnya? Dia jawab, 'Ini dalamnya besi sama baju,'" kata Tegar di Polrestabes Bandung, Selasa (1/9).Tegar kemudian mengusulkan agar kardus dibuka untuk memastikan isinya. Namun, pelaku menolak."Saya bilang, 'Kalau emang itu, gimana kalau kita buka?' Nah, dia bilang, 'Jangan, jangan, jangan!' Dia kayak menolak itulah. Nah, di situ saya semakin curiga," ujarnya.Karena semakin curiga dan takut, Tegar menghentikan kendaraan di kawasan Pasir Maja. Ia meminta pelaku menurunkan sendiri barang tersebut."Saya langsung pinggir kiri di depan toko wajan itu. Nah, kebetulan ada orang juga di situ, saya langsung turun. Saya teriak-teriak ke dia suruh dia turunin," katanya.Tegar kemudian menjauh dan meminta pelaku menurunkan kardus tersebut sendiri."Pokoknya 'Turunin, turunin! Sama kamu turunin sendiri, saya enggak mau ini!' Saya langsung duduk sebelah orang-orang yang ada di sana, dia turunin sendiri," tutur Tegar.Tegar memastikan pelaku tidak sempat mengancamnya."Enggak ada (pengancaman). Karena pas udah saya tanya-tanya, udah sampai mentok, dia enggak jawabnya gitu terus, saya suruh buka enggak mau. Nah, sebelum ada ancaman itu saya buru-buru langsung ke pinggir," katanya.Setelah itu, Tegar meminta bantuan seorang satpam untuk menghubungi polisi."Saya lihat ada satpam. Di situ saya minta tolong buat ke satpam buat teleponin polisi. 'Pak, tolong, itu ada orang kayaknya bawa mayat,' kata saya," ungkapnya.Menurut Tegar, tujuan awal pelaku bukan Babakan Ciparay, melainkan kawasan Kopo."Dia pertamanya bilangnya mau ke Kopo. Ke Kopo yang banyak travel dia bilangnya," ujar Tegar.Beberapa jam kemudian, polisi menangkap SDS saat hendak kabur ke Palembang.Penghuni Kos Bantu Angkat KardusGaris Polisi melintang di kamar kos di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, yang ditempati oleh terduga pelaku pembunuhan dan pembuangan jasad wanita dalam kardus saat didatangi, Selasa (2/9/2026). Foto: Abisatya/kumparanSebelum dibawa menggunakan jasa angkutan barang, kardus berisi jasad S sempat dipindahkan dari kamar kos SDS di kawasan Dungus Cariang.Daniel (46), salah satu penghuni kos, mengatakan SDS meminta bantuannya mengangkat barang dari kamar. Saat itu, SDS menyebut barang tersebut berisi besi dan pakaian yang akan dikirim ke Lampung."Kaget banget, lah. Syok. Kita niatnya mau bantu, tapi kok malah tiba-tiba isinya jasad," ujar Daniel saat ditemui di kosannya, Rabu (2/9).Daniel mengatakan SDS mengetuk pintu kamarnya sekitar pukul 09.30 WIB dan meminta bantuan mengangkat barang."Awalnya dia ketuk kamar saya tuh jam 9.30-an pagi lah, saat masih sepi. Dia ketuk minta tolong, 'Pak, punten, bisa minta tolong angkatin barang?' katanya," ujarnya.Daniel sempat menanyakan isi barang tersebut."'Barang apa?' 'Besi,' katanya. 'Oh ya, hayu.' Ke atas lah kita (kamar pelaku)," kata Daniel.Saat mencoba mengangkat barang itu, Daniel merasa bobotnya sangat berat. Ia kemudian meminta bantuan penghuni kos lain bernama Ogi."Kita coba angkat bertiga, masih enggak kuat juga," ujar Daniel.Daniel bahkan sempat mengira barang tersebut adalah karpet."Saya tanya, 'Ini isinya apa? Karpet bukan?' 'Bukan,' katanya, 'besi dan baju,' dia bilang gitu," ujarnya.Daniel mengatakan bau yang tercium saat itu lebih menyerupai bau karpet basah atau benda lembap."Baunya kayak bau karpet basah enggak kejemur lah. Lembap. Dan enggak ada lalat juga," katanya.Karena terlalu berat, barang tersebut akhirnya diseret hingga ke bawah tangga. SDS kemudian membawa troli yang biasa digunakan untuk mengangkut galon."Nggak berapa lama dia datang lagi bawa lori untuk galon. 'Pak, udah ini.' 'Oh ya, hayu.' Angkut lah ke lori galon itu," ujar Daniel.Barang tersebut kemudian digeret hingga ke dekat gapura atau pinggir jalan di depan lingkungan kos."Langsung digeret ke dekat gapura sini," katanya.Daniel baru mengetahui barang yang dibantunya pindahkan berisi jasad setelah petugas Linmas datang dan menanyakan barang tersebut."Linmas bilang, 'Kemungkinan itu isinya mayat,'" kata Daniel.Mendengar hal itu, Daniel mengaku terkejut."Kaget banget, lah. Syok, gitu. Ya, kita niatnya mau bantu, ya. Tapi kok malah tiba-tiba isinya jasad," ujarnya.Pelaku Sudah 3 Tahun Tinggal di KosGaris Polisi melintang di kamar kos di kawasan Dunguscariang, Kecamatan Andir, Kota Bandung, yang ditempati oleh terduga pelaku pembunuhan dan pembuangan jasad wanita dalam kardus saat didatangi, Selasa (2/9/2026). Foto: Abisatya/kumparanPengurus kos bernama Andri mengatakan SDS telah tinggal di tempat tersebut selama kurang lebih tiga tahun."Si pelaku mah udah sampai hari ini tuh kurang lebih tiga tahun ngekos di sini. Tiga tahunan lah," kata Andri saat ditemui, Rabu (2/9).Menurut Andri, SDS dikenal sebagai sosok pendiam dan tertutup serta jarang bergaul dengan penghuni kos lainnya."Orangnya memang pendiam sih, enggak banyak bergaul di sini," ujar Andri.Daniel juga mengatakan dirinya hampir tidak pernah berbincang dengan SDS."Enggak pernah ngobrol. Dia emang tertutup. Sama tetangga yang lain juga memang dia enggak pernah ngobrol," kata Daniel.Permintaan SDS untuk meminta bantuan mengangkat barang disebut menjadi hal yang tidak biasa."Dia enggak biasanya minta tolong ke rekan-rekan sekosnya. Nah kemarin mah tumben katanya kok minta tolong, minta tolong diangkatin ini itu," ujar Andri.Kepada penghuni kos, SDS disebut mengatakan barang tersebut merupakan paket yang akan dikirim ke Lampung."Mau paket katanya ke Lampung. Paket besi sama pakaian kotor. Bilangnya begitu," kata Andri.Andri juga melihat SDS tampak panik dan terburu-buru pada hari kejadian."Kelihatan panik. Gubrag-gebreg gitu," katanya.Polisi Masih Dalami MotifSDS telah diamankan dan menjalani pemeriksaan di Polrestabes Bandung. Polisi masih mendalami motif pembunuhan, hubungan antara S dan SDS, serta rangkaian peristiwa hingga jasad korban ditemukan dalam kardus.Motif pembunuhan belum disampaikan polisi. Penyebab pasti kematian S juga masih menunggu hasil autopsi.