Toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMobil Timor mungkin sudah lama tidak lagi menghiasi jalanan sebanyak era tahun 1990-an. Di tengah usianya yang semakin tua, mobil yang dulu dikenal sebagai mobil nasional itu ternyata masih dipertahankan beberapa pemiliknya, termasuk yang mencari komponennya ke sentra onderdil mobil.Wasing, pemilik toko Indonesia Raya Motor, mengungkapkan bahwa permintaan spare part Timor kerap sesekali masuk ke tokonya. Menariknya, konsumen yang datang justru mencari bagian mesin, bukan komponen yang cepat aus seperti kampas rem dan filter oli."Masih ada yang cari Timor, tapi jarang sih, tadi pagi ada yang beli. Dibandingkan dulu sama sekarang berkurang, sekitar tahun 2010-an mulai turun, nggak seperti awal tahun 2000-an ramai," kata Wasing kepada kumparan saat ditemui di Wisma Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis (3/9).Toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanKomponen mesin dan kaki-kaki merupakan beberapa bagian yang masih dicari. Ia menyebut, piston dan ring piston menjadi barang yang umumnya dibeli para pemilik Timor.Wasing mengatakan harga onderdil Timor relatif terjangkau, mengikuti harga mobil bekasnya yang saat ini juga sudah murah. Ia bilang, kebanyakan konsumen yang datang membeli komponen imitasi sebab harga suku cadang genuine parts Timor sudah melambung tinggi."Biasanya yang cari Timor itu bengkel luar kota, tapi masih sekitaran Jakarta. Ada yang datang langsung, ada yang dari telepon. Belum pernah ada sih konsumen yang datang langsung," tambahnya.Salah satu komponen yang cukup sulit ditemukan adalah bagian interior, terutama bagian dasbor. Wasing menuturkan, barang ini masih diburu karena materialnya rentan mengalami keretakan.Spare part mobil di toko Indonesia Raya Motor di Wisma (Muzatek) Sawah Besar, Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanDisebutkannya, komponen dasbor Timor sudah tidak lagi diproduksi sehingga ketersediaannya semakin terbatas. Kondisi itu membuat harganya menjadi tinggi ketika masih ada barang yang ditemukan di pasaran."Timor itu kan dari KIA ya. Ada kembarannya juga kan sama Mazda Interplay, jadi ada beberapa bagian yang memang bisa disubstitusi," imbuhnya singkat.Berdasarkan pantauan kumparan saat berkunjung ke lokasi, spare part Timor masih dijual di beberapa toko di kawasan tersebut. Sejumlah pedagang menyebut stok yang tersedia sudah tidak selengkap dulu dan sebagian besar hanya menjual komponen yang sudah lama disimpan.Timor sendiri merupakan mobil yang diperkenalkan sebagai bagian dari proyek mobil nasional Indonesia pada tahun 1996. Model pertamanya, Timor S515, menggunakan basis Kia Sephia dari Korea Selatan dan dipasarkan oleh PT Timor Putra Nasional. Proyek tersebut tidak berlangsung lama setelah krisis moneter tahun 1997 dan berbagai persoalan yang menimpa industri otomotif kala itu.