Ilustrasi Doraemon. Foto: Dream Story/ShutterstockJika Joker versi Joaquin Phoenix adalah bentuk nyata "orang jahat adalah orang baik yang tersakiti", maka Doraemon adalah gambaran bagaimana memaafkan masa lalu yang menyakitkan tak membuatmu jadi lebih lemah dan merana.Tepat hari ini di masa depan, 3 September 2112, Doraemon hanya satu dari ratusan robot bernomor seri MS-903 yang diciptakan di Pabrik Matsushiba. Robot-robot ini diciptakan sebagai pengasuh anak dan pembantu rumah tangga.Sialnya, kelompok kriminal Time Bandits yang kabur dari kejaran Polisi Waktu terbang melintas atas pabrik. Pertarungan keduanya memicu gelombang kejut listrik yang langsung menyambar Doraemon yang masih berada di mesin perakitan, melepaskan satu bautnya, dan nyaris membuatnya jatuh ke tungku peleburan.Ia mungkin berhasil selamat setelah ditolong Noramyako, robot penari cantik yang kelak jadi kekasih pertama sekaligus gadis pertama yang mematahkan hatinya. Tapi satu baut yang hilang membuat Doraemon jadi "produk gagal" yang diobral murah: kurang pintar, pelupa, lebih ceroboh.Doraemon awal Foto: Dok. IstimewaDari awal Doraemon sudah menghadapi berbagai penolakan. Karena "cacat", ia harus masuk kelas khusus (tokubetsu kurasu) di Akademi Robot sebelum bisa dilepas ke pasar. Setelah berhasil lulus dengan nilai pas-pasan, Doraemon siap dilepas ke pasar melalui sebuah lelang.Saat robot-robot canggih lain langsung terbeli oleh keluarga kaya, Doraemon tetap berdiri tak dilirik, nyaris tak laku terjual. Setelah dibeli secara tak sengaja oleh keluarga Sewashi, cicit Nobita Nobi, pun kesialan Doraemon tak lantas berhenti.Karena sebuah insiden, kupingnya digigit robot tikus. Ia sempat dibawa ke klinik, namun insiden lain membuatnya kehilangan telinga. Kekasihnya yang terkejut melihat penampakan baru Doraemon yang "botak" pun mencampakkannya.Percaya atau tidak, dalam film "2112: The Birth of Doraemon" yang dirilis tahun 1995, depresi berat tak cuma membuatnya menangis dan mengubah cat tubuhnya dari kuning ceria jadi biru. Rasa sedih yang begitu mendalam bahkan membuatnya nyaris mengakhiri hidup di laut!Scene pipa beton Doraemon. Foto: doraemon.fandom.comDengan masa lalu yang kelam, kegagalan bertubi-tubi, dan "tubuh yang tak lagi utuh" tak lantas membuat Doraemon terpuruk, mendendam, dan memilih menjadi jahat. Doraemon tetap memilih menjadi robot pendamping yang bersahabat.Padahal jika Doraemon memilih mengikuti emosi gelapnya, ia tak perlu repot-repot meneror orang di kereta bawah tanah, menyekap rekan di apartemen, atau berbuat anarkis di ibu kota seperti yang Joker lakukan. Cukup masuk bilik telepon ajaib, realitas seluruh dunia bisa diganti seketika.Dengan Dictactor Switch, Doraemon bisa saja menyebut nama siapa saja yang pernah menyakiti dan mem-bully-nya saat masih di sekolah robot. Dan voila, orang itu akan lenyap seketika. Doraemon bahkan sebenarnya punya bom pemusnah bumi dalam kantong ajaibnya yang bisa ia gunakan kapan saja.Tapi Doraemon tak begitu. Ia memilih tetap menjaga dan mendampingi Sewashi dengan setia. Bahkan ketika Sewashi meminta Doraemon menemani leluhurnya, Nobita Nobi, demi memutus beban utang tujuh turunan, ia tetap jadi robot pendamping yang baik dan setia.Ilustrasi Doraemon. Foto: MergeIdea/ShutterstockSama seperti kita, Doraemon mungkin tak sempurna dan banyak kekurangan. Sama seperti kita, hidup Doraemon mungkin tak berjalan seperti rencana. Sama seperti kita, Doraemon mungkin tak selalu bertemu orang dan situasi yang baik. Tapi Doraemon justru mengajarkan kita, seburuk apa pun hal-hal yang terjadi hari ini, tak pernah ada alasan untuk berubah menjadi villain di masa depan. Selamat jelang ulang tahun, Doraemon!