BGN Anggarkan Rp 232,5 T untuk MBG 2027, Sasar 72,46 Juta Orang

Wait 5 sec.

Ahli gizi menyiapkan paket makanan menu kuliner nusantara untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dipan Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur, Kamis (8/1/2026). Foto: Muhammad Mada/ANTARA FOTOBadan Gizi Nasional (BGN) mengalokasikan Rp 232,50 triliun untuk penyediaan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2027. Anggaran tersebut merupakan bagian dari total pagu dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2027 sebesar Rp 240,20 triliun.Anggaran Rp 232,50 triliun tersebut dialokasikan untuk 72.464.886 penerima manfaat.Hal itu disampaikan Kepala BGN Sudaryono dalam rapat bersama Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).“Target penerima manfaatnya adalah 72.464.886 orang dengan anggaran yang menjadi menunya itu adalah Rp 232,50 triliun,” jelas Sudaryono.Suasana rapat kerja Komisi IX DPR dengan Kepala BGN Sudaryono di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Nasywa Athifah/kumparanSudaryono menjelaskan penerima manfaat MBG terdiri atas peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan, serta ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.Dari total 72,46 juta penerima manfaat, sebanyak 60.599.777 orang merupakan peserta didik dengan alokasi anggaran menu sebesar Rp 198,96 triliun.Sementara itu, sebanyak 11.865.109 penerima manfaat lainnya merupakan ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Kelompok tersebut mendapatkan alokasi anggaran menu MBG sebesar Rp 33,54 triliun.“60.599.777 peserta didik anak sekolah (mulai jenjang PAUD, RA, TK, SD, MI, SMP, MTs, SMA, MA, SMK sederajat, SLB hingga santri) dengan anggaran Rp 198,96 triliun,” ujar Sudaryono.“11.865.109 orang yang terdiri dari ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dengan anggaran Rp 33,54 triliun,” lanjutnya.Siswa menyantap makan bergizi gratis di Sekolah Madrasah Ibtidaiyah Negeri Medan, Sumatera Utara, Rabu (14/1/2026). Foto: Yudi Manar/ANTARA FOTO Target Penerima MBG di Atas Basis RPJMNSudaryono mengatakan target penerima manfaat MBG yang dipatok BGN pada 2027 mencapai 72,46 juta orang. Jumlah tersebut berada di atas basis Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2027 yang menetapkan target penerima manfaat sebanyak 64,94 juta orang.“Sebagai bahan pertimbangan bersama, Badan Gizi Nasional ingin menyampaikan kepada Pimpinan dan Anggota Komisi IX DPR RI bahwa target penerima manfaat sebesar 72,46 juta yang tadi baru saja kami sampaikan ini berada di atas basis RPJMN 2027 yang ditetapkan target penerima manfaatnya sebesar 64,94 juta orang,” katanya.Guru Konsumsi MBG untuk Fungsi EdukasiSudaryono menjelaskan program MBG bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan status gizi kelompok sasaran.“Program MBG merupakan salah satu program prioritas nasional yang diselenggarakan oleh pemerintah dalam bentuk pemberian makanan bergizi gratis secara tepat sasaran dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui peningkatan status gizi pada kelompok sasaran,” katanya.Sudaryono juga menjelaskan posisi guru dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan MBG.Pelajar menunjukkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan di SD Negeri 1B 152982 di Kelurahan Tukka, Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (27/1/2026). Foto: Indrianto Eko Suwarso/ANTARA FOTOIa menegaskan guru yang ikut mengonsumsi makanan MBG bersama peserta didik bukan dimaksudkan sebagai pemberian jatah makanan bagi guru. Menurutnya, keterlibatan guru dalam makan bersama siswa merupakan bagian dari fungsi edukasi.“Guru ini mendapatkan MBG dalam kaitannya adalah fungsi edukasi. Jadi makan makanan MBG, mengonsumsi MBG bersama-sama dengan siswanya di kelas untuk kemudian sebagai fungsi edukasi, bukan jatah makan guru, kan,” katanya.Sudaryono menjelaskan fungsi edukasi tersebut dilakukan melalui berbagai aktivitas selama proses pemberian makanan bergizi, mulai dari mengantre hingga mengajarkan kebiasaan menjaga kebersihan dan bersyukur.“Tapi fungsinya fungsi edukasi. Dari mulai antri, mengambil ompreng, cuci tangan, membagi, berdoa, mengucapkan terima kasih, alhamdulillah, rasa syukur, dan lain sebagainya,” tuturnya.“Dan ini sebagian besar di sekolah sudah dilaksanakan dan kami mengucapkan terima kasih kepada para Bapak/Ibu Guru yang secara prima telah mendukung program MBG selama ini,” sambung dia.