Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menceritakan isi buku saat Peluncuran Buku Pangan Indonesia di Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: Sulthony Hasanuddin/ANTARA FOTO Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengungkap ikan Indonesia disebut dicuri oleh sejumlah negara tetangga dengan nilai mencapai lebih dari Rp 200 triliun per tahun.Dia menyebut pencurian ikan tersebut dilakukan oleh nelayan dari negara-negara seperti Vietnam, Thailand, India, dan Jepang.“Kalau nelayan kita lemah, kata Pak Trenggono, Menteri KKP, ikan kita dicuri per tahun kira-kira Rp 200 triliun lebih oleh Vietnam, Thailand, India, Jepang,” kata Zulhas dalam gelaran peluncuran buku Pangan Indonesia: dari Piring Sehat ke Manusia Unggul di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (4/9).Zulhas melihat, pencurian ikan tersebut berkaitan dengan kondisi nelayan Indonesia yang masih memiliki keterbatasan, utamanya dari sisi armada. Dia mengatakan nelayan dari negara lain memiliki kapal berukuran besar sehingga lebih tangguh dalam menangkap ikan.“Karena mereka nelayannya tangguh, karena makmur, punya kapal-kapal besar. Kita tidak punya, kita hanya hanya dekat karena kapal-kapal kecil,” jelasnya.Zulhas juga melihat ada permasalahan lemahnya daya tawar nelayan Indonesia ketika menjual hasil tangkapan. Menurut dia, nelayan yang tidak memiliki dukungan dan daya tawar akan tetap mendapatkan harga rendah meskipun telah bekerja keras menangkap ikan.Dia menilai permasalahan ini tidak hanya berdampak terhadap sektor perikanan, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan kemiskinan.“Jadi dampaknya luas sekali, itu baru kita ngomong nelayan. Belum terhadap pertumbuhan ekonomi, belum terhadap kemiskinan. Nelayan itu kalau tidak dibantu beras, tidak dibantu bantuan tunai, dia enggak bisa sekolah, enggak bisa makan,” terangnya.