Penjelasan Arya Wedakarna Soal Hadir di Acara LGBT Thailand, Dikawal TNI

Wait 5 sec.

Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III. Foto: Dok. DPD RIAnggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI wilayah Bali, Arya Wedakarna, buka suara perihal kehadirannya dalam kontes Miss Equality World yang digelar di Bangkok, Thailand. Informasi tentang acara tersebut tersebar dalam foto di media sosial dan dikaitkan dengan isu LGBT.Arya mengungkap, kehadirannya dalam acara tersebut adalah sebagai tokoh Bali dan tidak terkait jabatannya sebagai anggota DPD RI. Dia juga mengungkap, kegiatan dalam acara tersebut meliputi peluncuran pariwisata ASEAN, pemberian penghargaan, pameran, dan diskusi.“Saya yang kemarin acara di Thailand, saya datang mewakili lembaga Hindu. Jadi sebagai tokoh Bali dan tidak ada kaitannya sama jabatan saya di mana pun,” ungkap Arya ketika dihubungi pada Rabu (2/9).Kehadiran Arya adalah saat sesi pemberian penghargaan, serta peluncuran video promosi pariwisata Bali Barat. Dalam acara tersebut, Arya mendapatkan penghargaan sebagai tokoh budaya Bali. Hal tersebut juga yang mendasarinya mengenakan pakaian adat Bali ketika menerima penghargaan.Arya menambahkan, perjalanannya di Thailand selama 3 hari adalah tentang budaya. Selain mendapatkan kesempatan mempromosikan budaya Bali, Arya juga diajak berkeliling untuk melihat tempat-tempat peribadatan di Thailand.“Mereka sudah membuat video yang baik untuk promosi Bali mengenai alamnya, pantainya, dan saya menerima penghargaan atas nama tokoh budaya Bali. Maka dari itu, kami biasa di Bali memberikan dan menerima penghargaan dari kalangan mana pun. Namanya orang memberi penghargaan, kita hargai,” ucapnya.Mengenai acara yang kemudian dikaitkan dengan LGBT, Arya mengaku tidak mengetahuinya. Dia mengatakan, tidak ingin mencampuri atau ikut berkomentar mengenai pihak yang memberikannya penghargaan. Arya juga menyebut, Thailand memang merupakan destinasi wisata dengan berbagai gender.“Ada namanya etika, seperti itu. Jadi buat kami, kami mewakili masyarakat Bali yang bekerja di pariwisata. Kita hormati tuan rumah, enggak mungkin kita komentari seperti itu. Jadi saya hadir untuk promosi video wisata Bali,” jelas Arya.Wilayah Rawan Konflik, Maka Dikawal TNIIlustrasi peta Thailand. Foto: AustralianCamera/ShutterstockSelain kehadirannya yang disorot, terdapat pula keberadaan seorang anggota yang memakai seragam dinas TNI di dalam foto yang viral di media sosial. Arya menjelaskan, orang yang mengenakan seragam tersebut adalah pengawal pribadinya.Hal tersebut dikarenakan Thailand merupakan salah satu wilayah yang rawan, sehingga Arya membawa pengawal tersebut dengan tujuan keamanan.“Jadi mengamankan. Kita tahu Thailand itu suatu wilayah yang agak rawan konflik. Kita tahu bahwa kemarin ada penembakan siswa, tentang bullying, dan kita tahu bahwa Thailand dengan Kamboja juga sedang ada konflik. Jadi melekat kepada kami seperti itu dan bertugas dengan baik saja, untuk mengamankan saja tidak ada masalah,” pungkasnya.