BorneoFlash.com, JAKARTA - Indonesia mendorong penguatan literasi keuangan dan perlindungan konsumen di era digital dalam Pertemuan Kedua Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/FMCBG) di bawah Presidensi Amerika Serikat.Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung menegaskan digitalisasi sektor keuangan perlu berjalan seiring dengan peningkatan literasi dan perlindungan konsumen.“Mengingat fraud dan scam semakin kompleks dan bersifat lintas batas, diperlukan kerja sama internasional, pertukaran informasi, dan koordinasi antarnegara yang semakin kuat,” kata Juda dalam keterangan pers di Jakarta, Rabu.Juda mengatakan digitalisasi memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan, tetapi juga meningkatkan risiko penipuan. Karena itu, Indonesia memperkuat perlindungan konsumen untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan layanan keuangan digital tetap aman serta inklusif.Indonesia juga telah membangun koordinasi kelembagaan untuk meningkatkan literasi keuangan dan mengembangkan Anti-Scam Center guna menangani fraud dan scam di sektor keuangan.Juda mendorong negara-negara G20 memperkuat kerja sama, pertukaran informasi, dan koordinasi lintas batas untuk mencegah kejahatan keuangan.“Indonesia akan terus mendukung penguatan sinergi antara agenda G20 dan upaya Financial Action Task Force (FATF) dalam mencegah dan menangani fraud serta kejahatan keuangan,” ujar Juda. (*)