Harga Minyak Mentah Ditutup Bervariasi Imbas Eskalasi Konflik Timur Tengah

Wait 5 sec.

Ilustrasi minyak mentah. Foto: Anan Kaewkhammul/ShutterstockHarga minyak mentah ditutup beragam pada perdagangan Kamis (3/9). Perubahan harga dipengaruhi kekhawatiran gangguan pasokan di Timur Tengah, setelah serangan Amerika Serikat ke Iran dan ancaman terbaru Israel terhadap Teheran.Selain itu, pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang mengisyaratkan keterbukaan terhadap negosiasi perdamaian dengan Ukraina juga dicermati pasar.Dikutip dari Reuters pada Jumat (4/9), kontrak berjangka minyak mentah Brent ditutup turun 11 sen atau 0,12 persen menjadi USD 95,52 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat naik 29 sen atau 0,32 persen menjadi USD 91,30 per barel. Adapun kedua kontrak sempat menyentuh level tertinggi dalam enam pekan pada perdagangan tersebut.Sebelumnya, Menteri Kesehatan Iran mengatakan 18 orang tewas dan 108 lainnya terluka dalam serangan AS di sejumlah wilayah Iran pada Selasa malam. Sementara itu, Bulan Sabit Merah Iran menyebut empat orang tewas dan 67 orang terluka dalam sebuah pesta pernikahan di dekat pantai Selat Hormuz.Selain itu, tiga pilot Angkatan Darat Iran juga tewas dalam serangan AS. Serangan tersebut menjadi baku tembak paling besar antara AS dan Iran sejak Juli.Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan kepada wartawan bahwa bahwa AS tidak berencana menggelar pembicaraan dengan Iran kecuali Iran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz."Pasar akan mengamati apakah serangan AS pada awal pekan ini merupakan kejadian satu kali atau tidak," kata analis UBS Giovanni Staunovo.Di sisi lain, menurut Phil Flynn dari Price Futures Group, pernyataan Presiden Rusia Vladimir Putin yang menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi perdamaian dengan Ukraina dapat membantu meredakan kekhawatiran mengenai gangguan pasokan bahan bakar Rusia jika serangan terhadap kilang minyak berkurang dan produksi kembali normal. Faktor tersebut menekan harga minyak pada Kamis (3/9).Putin bicara peluang untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri perang di Ukraina. Dalam forum ekonomi di Vladivostok, Putin mengatakan sejumlah negara termasuk AS dan China siap mendukung penyelesaian damai.