Ilustrasi Wall Street. Foto: ShutterstockWall Street menguat pada perdagangan Rabu (2/9), menghentikan tren penurunan selama tiga hari berturut-turut. Mengutip Reuters, penguatan ini didorong oleh aksi bargain hunting investor yang memanfaatkan penurunan harga pada saham dan sektor yang dinilai sudah jenuh jual (oversold).Tiga indeks utama Wall Street kompak berada di zona hijau. Indeks saham berkapitalisasi kecil, Russell 2000, memimpin penguatan dengan kenaikan 1,1 persen, mengungguli indeks berkapitalisasi besar lainnya.Di tingkat sektor, saham maskapai penerbangan, tambang emas dan perak, serta bank regional menjadi penopang utama penguatan. Sebaliknya, sektor perangkat lunak dan layanan cenderung tertahan akibat kecemasan pasar terhadap dampak disrupsi teknologi kecerdasan buatan (AI).Indeks Semikonduktor Philadelphia SE, yang menjadi penggerak utama bursa sepanjang tahun ini, turut bangkit. Saham Nvidia menguat 3,2 persen, diikuti Micron yang naik 2,4 persen dan Qualcomm menguat 2,0 persen."Perang berlangsung lebih lama dari perkiraan. Namun ketika konflik mereda, harga energi akan mendingin dan inflasi tidak lagi menjadi isu utama. Di sisi lain, kita baru saja melewati musim rilis kinerja keuangan yang solid dengan fundamental kuat didorong oleh adopsi AI yang kian terakselerasi," ujar Chief Investment Officer Founders 100 ETF, Lauren Cassidy.Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 295,01 poin atau 0,56 persen ke level 53.061,89. S&P 500 naik 35,16 poin atau 0,46 persen ke posisi 7.666,63, dan Nasdaq Composite bertambah 118,05 poin atau 0,45 persen menjadi 26.217,83.Dari 11 sektor utama S&P 500, sektor material mencatatkan penguatan terbesar, sementara sektor real estat menjadi satu-satunya sektor yang terkoreksi.Di jajaran saham individual, harga saham Dell melonjak 15,8 persen setelah menaikkan proyeksi laba dan pendapatan tahunannya. Produsen minuman Jack Daniel's, Brown-Forman, naik 3,9 persen usai membukukan laba kuartalan di atas ekspektasi pasar. Sementara itu, Uber Technologies menguat 1,6 persen setelah mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 10 persen karyawannya.Aksi Lepas Obligasi Masih Bikin Pasar CemasLaju penguatan Wall Street tetap tertahan oleh berlanjutnya aksi lepas obligasi pemerintah global. Tekanan ini dipicu oleh kecemasan inflasi, lonjakan utang pemerintah, serta meningkatnya eskalasi militer AS dan Iran yang mengancam pasokan energi global.Saling serang udara antara AS dan Iran kian memanas, memupuskan harapan kembali ke meja perundingan. Kondisi ini memperbesar risiko terjadinya inflasi sistemik yang berpotensi memaksa bank sentral menaikkan suku bunga acuan.Dari sisi data ekonomi, pemroses data penggajian ADP melaporkan penambahan tenaga kerja sektor swasta AS pada Agustus lebih rendah dari perkiraan. Selain itu, pesanan baru untuk barang modal inti direvisi menurun, yang mengindikasikan potensi pelemahan rencana belanja korporasi AS.Jumlah saham yang menguat di Bursa Efek New York (NYSE) mengungguli yang melemah dengan rasio 1,78 banding 1. Di bursa Nasdaq, sebanyak 3.102 saham menguat dan 1.679 saham melemah, atau berbanding 1,85 banding 1.Volume transaksi di bursa AS mencapai 14,75 miliar saham, sedikit di bawah rata-rata harian 15,19 miliar saham dalam 20 hari perdagangan terakhir.