Kantor Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta. Foto: nungky soerya/ShutterstockAnggota Komisi IX DPR Irma Suryani Chaniago meminta Badan Gizi Nasional (BGN) membuka secara transparan rincian biaya Makan Bergizi Gratis (MBG) per porsi kepada publik. Irma menilai transparansi diperlukan agar tidak terjadi kebingungan mengenai nilai makanan yang diterima penerima manfaat.Hal itu disampaikan Irma dalam rapat bersama BGN membahas Rencana Kerja dan Anggaran BGN Tahun Anggaran 2027. Dalam rapat tersebut, BGN menjelaskan pagu anggaran 2027 mencapai Rp 240,20 triliun.Dari total anggaran tersebut, sebesar Rp 232,50 triliun dialokasikan untuk penyediaan menu makanan bagi 72.464.886 penerima manfaat.Irma pun meminta BGN menjelaskan secara rinci kepada masyarakat berapa biaya yang sebenarnya dialokasikan untuk setiap porsi MBG.“Saya minta kepada BGN untuk melaksanakan apa yang kami sampaikan hari ini, tolong apa yang saya sampaikan dilakukan agar tidak merugikan negara, rakyat, dan mampu mendorong pemerintah siapkan fiskal cukup bagi keberlangsungan makan bergizi gratis ini,” kata Irma dalam rapat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9).Sejumlah anggota Komisi IX DPR menghadiri rapat kerja dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOIrma menekankan program MBG tidak hanya bertujuan membuat penerima manfaat kenyang, tetapi harus memenuhi aspek gizi. Karena itu, ia meminta BGN memastikan informasi mengenai harga dan komposisi biaya MBG dapat diketahui publik.“Makan bergizi itu bukan makan kenyang tapi makan bergizi, dan itu harus tersampaikan ke masyarakat bahwa harganya berapa, ya, harganya berapa, karena sampai hari ini banyak sekali orang yang bilang harganya Rp 15 ribu, tapi yang terdistribusi hanya senilai Rp 6 ribu misalnya seperti itu,” kata Irma.“Ini kan harus tersampaikan ke publik, itu yang harus disampaikan BGN ke publik biar jangan terjadi confuse informasi di tengah-tengah masyarakat,” lanjutnya.Kepala BGN Sudaryono pun memastikan biaya MBG mencapai Rp 15 ribu per porsi untuk setiap anak.“Rp 15.000, Rp 15.000 per porsi,” kata Sudaryono usai rapat.Sudaryono juga mengatakan BGN akan berupaya menggunakan anggaran secara efisien, terutama dengan mempertimbangkan target penerima manfaat dan kondisi anggaran tahun depan.“Ya kami untuk di bawah 200 triliun tahun depan, ya. Kalau memang dengan target yang kemudian disampaikan, itu kami berusaha untuk seefisien mungkin. Nanti kami coba bicara bahas lagi dengan Pak Menteri Keuangan dan juga kami bahas secara internal, kami hitung lagi. Intinya begini,” tutur Sudaryono.Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyampaikan paparan saat rapat kerja dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTOSudaryono menegaskan anggaran BGN merupakan uang rakyat sehingga setiap rupiah yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan. Ia memastikan penggunaan anggaran untuk program MBG akan diarahkan agar memberikan manfaat sebesar-besarnya.“Anggaran ini adalah uang rakyat. Anggaran ini adalah, adalah satu rupiah ini menjadi penting. Tidak bisa kita kemudian saya sebagai Kepala kemudian menggunakan ini seenaknya seolah-olah itu uang nenek saya, bukan. Ini adalah uang rakyat yang setiap rupiah harus bisa dipertanggungjawabkan dan manfaatnya harus sebesar-besarnya,” ungkapnya.Ia juga memastikan BGN tidak akan melakukan pengadaan yang dinilai tidak diperlukan dalam pelaksanaan program tersebut.“Jadi kami pastikan di bawah kepemimpinan kami itu tidak ada pengadaan yang mengada-ada,” pungkas dia.