CEO and Senior Country Officer J.P. Morgan, Gioshia Ralie (kiri) dan Head of Indonesia Equity Research J.P. Morgan, Benny Kurniawan (kanan), ketika media briefing di Jakarta, Kamis (3/9/2026). Foto: Muhammad Fhandra Hardiyon/kumparanPerusahaan jasa keuangan dan bank multinasional terbesar di AS, J.P. Morgan, menilai target pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6 persen pada 2027 tak mudah dicapai, apalagi di tengah tren suku bunga yang kembali meningkat.CEO and Senior Country Officer J.P. Morgan, Gioshia Ralie, mengatakan kondisi ekonomi pada 2027 diperkirakan semakin menarik, terutama dari sisi investasi. “Investment untuk 2027 itu sangat penting untuk ngedrive the economy dan kita juga tahu bahwa suku bunga itu sekarang lagi trendnya naik lagi ke atas dan bagaimana suku bunga yang naik dengan growth itu bisa dijadikan satu, supaya bisa memberikan performance yang lebih baik di Indonesia tentunya tidak terlalu mudah,” kata Gioshia dalam acara media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).Menurutnya, suku bunga tinggi tak harus selalu diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah. Ia menilai pemerintah dan pelaku usaha perlu beradaptasi dengan menjadikan stabilitas sebagai prioritas. “Tapi stability dan certainty itu yang akan bisa memberikan volume, activities yang ujung-ujungnya itu bisa memberikan growth kalau itu objektifnya,” jelas Gioshia.Ilustrasi investasi. Foto: ShutterstockIa menyebut target pertumbuhan ekonomi pemerintah sebesar 6 persen pada 2027 dapat memberikan sentimen positif apabila berhasil dicapai, mengingat Indonesia belum pernah mencatatkan pertumbuhan sebesar itu sejak krisis moneter 2005. “Karena 2027 kalau gak salah growth di pemerintah targetnya 6%. Dan kalau kita bisa mencapai itu sebagai negara Indonesia, sebelumnya kita gak pernah ya, semenjak tahun 2005, semenjak krismon,” ujarnya.Gioshia juga menilai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dapat mendorong pemerintah dan sektor swasta untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, sehingga Indonesia mampu bersaing dengan negara-negara di ASEAN lainnya. “Intinya adalah mencari sentimen yang positif. Mencari sentimen yang positif, jangan mencari yang negatif. Kalau kita punya mindset itu negatif terus, kita akan susah berkembang,” tutur Gioshia