RI Tawarkan ke Investor Rusia Ikut Lelang Ratusan Blok Migas

Wait 5 sec.

Ilustrasi kilang minyak Pertamina Blok Rokan. Foto: PertaminaPemerintah Indonesia menawarkan ratusan proyek pengembangan blok minyak dan gas bumi (migas) kepada investor Rusia dalam Eastern Economic Forum (EEF) 2026 yang berlangsung di Vladivostok, Rusia.Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ahmad Erani Yustika, mengungkapkan agenda tersebut membahas hubungan Rusia dengan negara-negara di kawasan termasuk Indonesia.“Kan kemarin itu kan forum tahunan ya Eastern Economic Forum. Karena itu setelah tahun ini yang menjadi tamu kehormatannya itu Indonesia, makanya kemarin Pak Presiden menjadi pembicara utamanya kan,” kata Erani di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (4/9).“Dalam hal ini kementerian ESDM menawarkan lebih dari 100 blok migas kepada investor-investor dari Rusia. Jika mereka tertarik untuk mengikuti proses lelang,” tambahnya.Presiden Prabowo berpidato sebagai tamu kehormatan utama pada EEF ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis (3/9/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto yang hadir dalam EEF 2026 menyampaikan Indonesia resmi membuka 138 blok eksplorasi energi dan mengundang keterlibatan teknologi dari perusahaan-perusahaan asal Rusia.Selain lelang blok migas, Prabowo membeberkan bahwa kedua negara tengah mendalami kerja sama di sektor hilir energi, seperti pembangunan kilang (refinery), terminal penyimpanan gas, hingga pasokan Liquefied Natural Gas (LNG).“Saya rasa kita sedang mempertimbangkan semua proses. Kita sedang berbincang dengan Rusia untuk mengembangkan proyek, refinery, terminal penyimpanan dalam bidang energi. Kita memiliki banyak LNG, jadi di beberapa bagian, kita membutuhkan gas dan teknologi Rusia,” ujar Prabowo dalam Eastern Economic Forum dikutip Jumat (4/9).Sebelumnya, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membuka penawaran atau lelang blok migas tahap I tahun 2026. Sebanyak 13 blok migas ditawarkan kepada investor, termasuk Blok Natuna D-Alpha.Dari total 13 blok migas, terdapat dua blok migas yang ditawarkan melalui mekanisme penawaran langsung yakni Blok Natuna D-Alpha di lepas pantai (offshore) Natuna, dengan estimasi sumber daya sebesar 2.865 juta barel minyak (MMBO). Kemudian, Blok Sapukala di offshore Selat Makassar dengan estimasi sumber daya 2.309 miliar kaki kubik (BSCF).Sementara sisanya adalah blok migas yang ditawarkan dengan skema lelang reguler, yakni Blok Rupat di Offshore & Onshore Riau dan Offshore Sumatra Utara dengan estimasi sumber daya 1.110 MMBO.Lalu, Blok Puri di onshore Provinsi Riau dengan estimasi sumber daya 1.110 MMBO. Blok Pesut Mahakam di Onshore Kalimantan Timur dengan estimasi sumber daya 1.336 MMBO. Blok Bengara II di Onshore & Offshore Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 1.057 MMBO.Kemudian, Blok Maratua II di Onshore & Offshore Kalimantan Utara dengan estimasi sumber daya 3.279 MMBO. Blok Namori di Offshore Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan estimasi sumber daya raksasa sebesar 17.475 MMBO minyak atau 38,5 TCF gas, dan Blok South Tanimbar di Offshore Laut Arafura, memiliki estimasi sumber daya 5,6 TCF gas.Selanjutnya, Blok Cerera di Offshore Papua dengan estimasi sumber daya 1.487 MMBO dan 1,3 TCF gas. Blok Areca Bruni di Offshore & Onshore Papua Barat Daya, dengan estimasi sumber daya 2.985 MMBOE. Blok Rombebai di Offshore & Onshore Papua dengan estimasi sumber daya 14,75 TCF, dan Blok Jayapura di & Onshore Papua dengan estimasi sumber daya 19,4 TCF.