KAI Targetkan Integrasi Stasiun Karet-BNI City Rampung dalam 7 Bulan

Wait 5 sec.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba saat Jumpa Pers KAI di Stasiun BNI City, Jakarta, Jumat (4/9/2026). Foto: kumparan/Nur PangestiPT Kereta Api Indonesia (KAI) menargetkan pengerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City rampung dalam waktu sekitar tujuh bulan.Integrasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan layanan angkutan urban KAI untuk menyesuaikan dengan pertumbuhan jumlah pelanggan di sejumlah stasiun, termasuk di Stasiun Karet.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, integrasi Karet dengan BNI City dilakukan dengan menata akses penumpang dari kedua stasiun agar perpindahan antarmoda maupun perjalanan menuju stasiun dapat berlangsung lebih aman dan nyaman."Jadi dapat kami sampaikan bahwa Karet saat ini sedang ada pekerjaan. Jadi sementara ditutup," kata Anne dalam agenda jumpa pers KAI di Stasiun BNI City, Jumat (4/9).Anne mengungkapkan dalam proses pengerjaannya, KAI akan melakukan penataan area di sekitar Stasiun Karet. Area tersebut nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas untuk mendukung integrasi antarmoda, termasuk area untuk ojek dan drop zone bagi penumpang.KAI juga menyiapkan fasilitas penghubung berupa travelator datar dan travelator yang mengarah ke atas dari sisi Stasiun Karet menuju BNI City. Sementara dari sisi Jalan Kendal (jalan di samping Stasiun Karet menuju BNI City) akan disiapkan fasilitas pedestrian dan eskalator sebagai akses menuju kawasan stasiun.Penataan ini dilakukan untuk membuat perpindahan penumpang lebih nyaman sekaligus mengantisipasi potensi kemacetan di sekitar stasiun.Suasana Stasiun Karet, Jakarta, saat resmi berhenti melayani penumpang pada Selasa (1/9/2026). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan“Kita melihat bahwa ada potensi macet juga ketika kita tidak membenahi ini. Jadi stasiun Karet akan difasilitasi area drop zone. Dan kita juga menata untuk pejalan kaki sehingga stasiun Karet ini tetap aktif di dalam akses pelanggan, tetap aktif melayani jalur KRL,” jelas Anne.Pengerjaan integrasi tersebut akan dilakukan secara bertahap selama satu hingga tujuh bulan ke depan. Fasilitas yang sudah selesai nantinya dapat dibuka secara bertahap untuk digunakan pelanggan.Meski saat ini area Stasiun Karet ditutup sementara untuk pengerjaan, Anne menegaskan bahwa Stasiun Karet tidak secara resmi ditutup atau dinonaktifkan. Stasiun Karet nantinya tetap menjadi bagian dari perjalanan kereta.Namun demikian, layanan naik dan turun penumpang KRL di Stasiun Karet akan diintegrasikan dengan peron BNI City."81 tahun KAI belum pernah yang namanya menutup stasiun. Jadi saya sangat menolak diksi bahwa Karet ditutup," ujar Anne.Menurut dia, terdapat beberapa jenis stasiun dalam operasional KAI, mulai dari stasiun yang melayani angkutan pelanggan/penumpang, stasiun untuk angkutan barang, hingga stasiun yang hanya melayani perjalanan kereta.Desain pintu akses penumpang Stasiun Karet ke Sudirman Baru/BNI City. dok: PT KAIUntuk Stasiun Karet, Anne menegaskan stasiun tersebut tetap aktif dalam perjalanan KRL. Sementara fungsi naik-turun penumpang akan diarahkan dan diintegrasikan dengan BNI City. Penataan ini bukan berarti Stasiun Karet dihapus dari jaringan perjalanan kereta. Area Karet justru akan tetap dimanfaatkan sebagai pintu akses pelanggan serta bagian dari integrasi antarmoda."Jadi nggak ditutup. Tetapi untuk layanan naik turun KRLnya itu diintegrasikan peronnya supaya lebih aman dengan melihat pertumbuhan volume pelanggan kita," tutur Anne.KAI sebelumnya telah mengkaji rencana integrasi Karet dan BNI City selama sekitar dua tahun. Dalam proses sosialisasi, perseroan juga menerima berbagai masukan terkait akses penumpang, perpindahan dari Karet menuju BNI City, hingga potensi kemacetan. Masukan tersebut kemudian menjadi pertimbangan dalam penyiapan fasilitas integrasi yang saat ini mulai dikerjakan.KAI Juga Lakukan Penataan di Stasiun Cawang, Duri, dan BogorSelain integrasi Karet-BNI City, KAI juga melakukan penataan di sejumlah stasiun dengan volume penumpang tinggi, yakni Cawang, Duri, dan Bogor.Di Stasiun Cawang, penataan dilakukan untuk mendukung integrasi dengan LRT Cikoko serta mengurai kepadatan penumpang. KAI akan memperbaiki Hall Barat dan Hall Timur, termasuk menambah fasilitas eskalator dan menata akses di area luar stasiun.“Karena pada saat ini kan crowd banget di stasiun Cawang dan ini juga kita melakukan penataan di luar, aksesnya. Karena pada saat ini dengan adanya ojek online, ini juga sangat mempengaruhi mobilisasi pelanggan kami di stasiun,” tutur Anne.Sementara di Stasiun Duri, penataan dilakukan karena tingginya arus penumpang dan aktivitas transit. Dalam delapan bulan, volume transit di Stasiun Duri tercatat hampir 20 juta penumpang, dengan rata-rata sekitar 80 ribu pengguna pada hari kerja dan 64 ribu penumpang pada weekend.Adapun di Stasiun Bogor, KAI menyiapkan pengembangan Intermoda Station Paledang, termasuk penataan akses menuju angkutan umum, area ojek online maupun konvensional, serta akses ke jembatan penyeberangan orang.KAI juga berencana bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bogor untuk melakukan penataan kawasan stasiun. Penataan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI mengantisipasi pertumbuhan pengguna KRL Jabodetabek, khususnya Bogor Line, dalam jangka panjang.“Nah ini juga bagian dari masukan voice of customer dan kita melihat juga di media sosial bagaimana keadaannya stasiun ini ketika jam-jam sibuk. Sehingga yang menjadi prioritas kami pada saat ini di luar Karet-BNI City, Cawang, juga stasiun Duri,” ujarnya.