Zulhas: Swasembada Pangan Jadi Kunci Kedaulatan Indonesia

Wait 5 sec.

BorneoFlash.com, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menegaskan bahwa swasembada pangan menjadi kunci kemajuan dan kedaulatan Indonesia. Menurutnya, pemerintah juga perlu memperkuat kesejahteraan petani, nelayan, dan peternak sebagai produsen pangan.“Tidak ada negara yang maju tanpa swasembada. Oleh karena itu, Pak Prabowo mengatakan swasembada itu kehormatan,” kata Zulhas di Jakarta, Jumat.Zulhas menyampaikan hal itu saat meluncurkan buku Pangan Indonesia: Dari Piring Sehat ke Manusia Unggul yang ia tulis bersama Dirgayuza Setiawan.Ia menilai pangan tidak hanya menyangkut makanan, tetapi juga kedaulatan, perekonomian, dan masa depan bangsa.Presiden Prabowo Subianto pada Agustus 2026 menyatakan Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas, yaitu beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit.Pemerintah menargetkan swasembada bawang putih dalam tiga tahun serta daging sapi dan kerbau dalam lima hingga enam tahun.Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) nasional mencapai 129,19 pada Agustus 2026, naik 1,05 persen dari Juli. Pada periode yang sama, Nilai Tukar Nelayan (NTN) naik 0,50 persen menjadi 109,04.Zulhas mengatakan pemerintah perlu meningkatkan daya tawar nelayan agar mereka memperoleh harga yang lebih baik saat menjual hasil tangkapan.Pemerintah juga memperluas program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Hingga Agustus 2026, pemerintah telah membangun 100 kampung nelayan dan menargetkan 1.386 kampung berfungsi pada akhir Desember 2026.Sementara itu, Dirgayuza menyebut pidato Presiden Soekarno tentang hubungan konsumsi dan produksi pangan menjadi salah satu inspirasi penulisan buku tersebut.Zulhas berharap buku itu dapat meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya swasembada pangan bagi kedaulatan, kesejahteraan produsen, dan masa depan Indonesia. (*)