Pabrik di Subang Sudah Ngebul, BYD Setop Impor Mobil dari China

Wait 5 sec.

Pabrik BYD Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Fitra Andrianto/kumparanSeiring dengan beroperasinya fasilitas produksi di Subang, Jawa Barat, PT BYD Motor Indonesia berkomitmen untuk menghentikan impor mobil utuh atau Completely Built Up (CBU) dari China. Langkah ini diambil sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap skema investasi dan regulasi industri otomotif nasional.Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, Luther T. Panjaitan, menegaskan bahwa skema impor CBU yang dijalankan sejak awal merupakan bentuk kompensasi atas komitmen investasi fasilitas pabrik. Pemerintah memberi kelonggaran impor agar BYD dapat mengenalkan jajaran produknya terlebih dahulu sembari merampungkan pembangunan pabrik.Pabrik BYD Indonesia di Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9/2026). Foto: Fitra Andrianto/kumparan"Dengan jumlah investasi sebesar itu kita granted untuk bisa mengimpor kendaraan sampai 100 ribu unit dalam 2 tahun. Secara kompensasi kita harus bangun pabrik dalam waktu 2 tahun dan kita sudah realisasikan," terang Luther saat ditemui di pabrik BYD Subang, Jawa Barat, Kamis (3/9).Dari total kuota insentif impor 100 ribu unit yang dialokasikan oleh pemerintah, BYD mencatat penggunaan kuota tersebut tidak diambil secara maksimal. Perusahaan memilih untuk membatasi alokasi impor sesuai dengan perhitungan kebutuhan pasar domestik."Setelah kita kalkulasi total-total kita hanya impor sebanyak 92 ribu unit dari total 100 ribu kuota itu, dan kita rasa cukup," paparnya.Pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. Foto: Fitra Andrianto/kumparanSpesifikasi teknis unit rakitan lokal dipastikan setara dengan unit CBU impor sebelumnya, terutama pada komponen vital seperti baterai dan motor penggerak."Setelah punya pabrik sudah tidak impor sama sekali. Kita memang berkomitmen untuk stop karena kita sudah punya (pabrik)," tegas Luther.Adapun pasokan unit CBU yang saat ini masih terlihat berada di jaringan diler resmi hanya merupakan sisa pengiriman dari alokasi sebelumnya. Luther yakin sisa unit CBU tersebut diprediksi akan habis terjual dalam waktu singkat."Semua mobil yang kita impor itu pun kita harus produksi sebanyak kendaraan itu dengan requirement dua hal yang tidak boleh dirubah, yaitu kapasitas baterai dan kapasitas motor," tutup Luther.