Servis AC mobil. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanAC mobil yang mulai tidak dingin biasanya menjadi tanda bagi pemilik kendaraan untuk mulai melakukan servis. Dari sekadar mengisi freon hingga mengganti komponen, biaya yang perlu disiapkan pun bergantung pada pekerjaan dan jenis mobil.Imam Taufik, pemilik bengkel Lazl Jaya AC Mobil, mengatakan bahwa tarif perbaikan AC mobil tidak bisa dipatok dalam satu angka karena bergantung pada jenis mobil, merek komponen, dan kerusakan yang ditemukan.Untuk pekerjaan sederhana seperti pengisian freon, biaya di bengkelnya mulai dari sekitar Rp 350 ribu. Pengerjaan tersebut menjadi salah satu layanan dengan biaya paling terjangkau dalam perawatan sistem AC mobil.Servis AC mobil Lazl Jaya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparan"Biaya servis tergantung mobilnya, beda-beda. Kalau cuma isi freon saja itu mulai sekitar Rp 350 ribuan," ujar Imam saat ditemui kumparan di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Rabu (19/8).Sementara itu, biaya yang dikeluarkan bisa lebih besar ketika kerusakan sudah menyentuh komponen utama. Imam menyebut, kompresor menjadi komponen yang membutuhkan biaya penggantian paling besar."Kalau kompresor mobil standar harganya mulai Rp 7-8 jutaan, mobil-mobil sejuta umatlah. Mobil yang lebih mewah beda lagi, harganya bisa dapat motor satu itu, sekitar Rp 10 jutaan ke atas," tuturnya.Servis AC mobil Lazl Jaya di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanImam bilang, pemilik mobil tidak selalu harus langsung mengganti kompresor ketika komponen tersebut bermasalah. Bengkel servis AC umumnya akan memeriksa kondisinya terlebih dahulu untuk menentukan apakah masih layak diperbaiki atau perlu diganti.Disebutkannya, konsumen juga akan diberikan sejumlah pilihan apabila kompresor memang harus diganti. Mulai dari komponen orisinal, aftermarket, sampai pilihan lain dengan harga yang menyesuaikan."Kalau masih bisa kita servis, kita saranin servis. Kalau memang sudah parah, ya mau nggak mau diganti. Pemilik mobil pasti saya jelasin dulu, mau yang ori, kw, atau eks Singapura kan harganya berbeda, semua pilihan kembali ke konsumen," tutupnya.